Nah Loh, di Australia Tidak Ada Lagi Pabrik Mobil

Santo Evren Sirait, Jurnalis
Selasa 17 Oktober 2017 15:31 WIB
Mobil jenis Ute (Autoweek)
Share :

Biaya tenaga kerja yang tinggi merupakan faktor lain yang diprediksi berkontribusi besar terhadap penurunan produksi lokal. Perbedaan antara sekarang dan 20 tahun yang lalu adalah sejumlah negara Asia seperti Malaysia dan Thailand beralih jadi produksi mobil di pasar lokal untuk diekspor ke negara lain. Dengan begitu mereka mendapatkan keunggulan yaitu harga yang kompetitif karena biaya tenaga kerja yang rendah.

(Baca juga: Toyota Indonesia Jajaki Ekspor Mobil Sedan ke Australia)

Sejumlah faktor lain yang menyebabkan banyak pabrik mobil tutup adalah perubahan jenis kendaraan yang disukai oleh orang Australia. Hal tersebut yang mempercepat kemunduran produksi mobil Australia. Penurunan yang cepat terjadi pada mnobil jenis sedan bermesin V6. Mobil Australia disesuaikan, namun pada akhirnya tidak bisa mengikuti selera konsumen yang berubah dengan cepat. Kedatangan mobil pikap dari berbagai produsen juga menyurutkan penjualan mobil jenis Ute yang merupakan kendaraan favorit konsumen Australia sejak lama. Pikap menawarkan mesin diesel sehingga dari segi konsumsi lebih hemat bahan bakar sehingga pengeluaran untuk membeli bahan bakar minyak tidak terlalu besar. (san)

(Dian AF)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya