WASHINGTON - Banyak pekerjaan manufaktur yang membutuhkan kehadiran fisik manusia untuk mengoperasikan mesin. Penemuan yang baru oleh peneliti dari MIT’s Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) menghasilkan sebuah sistem Virtual Reality (VR) yang memungkinkan seseorang melakukan teleoperasi robot menggunakan Oculus Rift.
Dilansir dari Dailyscience, Jumat (6/10/2017), sistem ini membawa pengguna ke ruang kontrol VR yang berisikan beberapa display sensor yang akan membuat pengguna seperti berada di dalam kepala robot. Dengan menggunakan gerak tubuh, pengguna dapat mengatur gerakan mereka dan robot menyelesaikan beberapa tugas manufaktur.
“Sistem seperti ini pada akhirnya dapat membantu manusia mengawasi robot dari kejauhan,” ungkap Jeffrey Lipton, associate postdoctoral CSAIL dan penulis utama makalah. Ia juga menambahkan, dengan mengoperasikan robot dari rumah, pekerja kerah biru akan dapat melakukan teleoperasi dan mendapat keuntungan dari revolusi TI seperti yang dilakukan para pekerja kerah putih sekarang.
Para peneliti bahkan membayangkan bahwa sistem semacam ini dapat membantu mempekerjakan lebih banyak video gamer pada posisi manufaktur. Tim tersebut menunjukkan pendekatan kontrol VC dengan robot humanoid Baxter dari Rethink Robotics.
Namun mereka mengatakan bahwa pendekatan tersebut dapat bekerja pada platform robot lain dan juga robot yang kompatibel dengan perangkat HTC Vive. Terdapat 2 pendekatan utama untuk menggunakan VR sebagai teleoperasi, yaitu model langsung dan model cyber-physical.