JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyelesaikan konsep produk dan proses pengembangan mobil perdesaan. Nantinya mobil tersebut bisa digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Supaya harganya terjangkau, saat ini Kemenperin tengah mengusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar mobil perdesaaan mendapat insentif khusus.
"Salah satu usulan kami adalah pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 0 persen. Kalau low cost green car (LCGC) saja bisa 0 persen, harusnya kendaraan pedesaan juga 0 persen," kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan.
(Baca juga: Mantap! Kemenperin Telah Menyelesaikan Pengembangan Mobil Perdesaan)
Dengan PPnBM 0% maka dapat dipastikan mobil yang juga bisa menjadi pengganti grandong itu dijual dengan harga sangat terjangkau, bahkan bisa di bawah kendaraan LCGC saat ini. Untuk diketahui, harga mobil LCGC termurah dipegang oleh Daihatsu Ayla dengan Rp92,55 juta.
“Dengan kapasitas mesin di bawah 1.000 cc, kendaraan ini akan dijual lebih murah dari LCGC, di bawah Rp100 juta," timpal Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Disamping soal pajak kendaraan, Kemenperin berharap adanya upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan dengan cara memperkuat struktur industri automotif melalui peningkatan kemampuan industri komponen dan infrastruktur teknologi. Selain itu menumbuhkan tingkat daya saing industri automotif melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan manajemen industri, serta peningkatan penguasaan teknologi dan research and development (R&D) industri automotif.
(Baca juga: Prototipe Sudah Ada, Peluncuran Mobil Perdesaan Tunggu Jadwal Presiden Jokowi)
Seperti diketahui, Kemenperin telah melakukan serangkaian pengujian terhadap prototipe mobil perdesaan meliputi pengujian keselamatan di Balai Pengujian Laik Jalan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan dan pengujian emisi di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BPPT).
Selain menjalani beragam pengujian, Kemenperin juga mengandeng Institut Otomotif Indonesia (IOI) untuk mengembangkan prototipe yang mampu diproduksi sesuai dengan kaidah-kaidah manufaktur. (san)
(Dian AF)