Sementara itu soal kesiapan TMMIN untuk menproduksi mobil hybrid, Warih mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memproduksi mobil-mobil ramah lingkungan.
"Kami siaplah full efficient vehicle. Harus terjadilah," cetusnya.
(Baca juga: Jalan Macet, Kemenperin: Tidak Ada Hubungannya dengan Industri Automotif)
Untuk mulai memproduksi mobil ramah lingkungan perlu tahapan-tahapan khusus. Sambil menunggu alat-alat yang dibutuhkan untuk produksi, pihaknya akan mendatangkan mobil hybrid atau listrik dalam bentuk utuh atau CBU terlebih dulu.
"Itu kan ada stamping ya. Tapi stamping itu harus ada persiapan, supply chain harus ada yang siapin dulu. Kemungkinan awal CBU dulu lalu CKD, begitulah kira-kira," pungkas Warih. (san)
(Anton Suhartono)