Jaringan 5G disebut menawarkan tingkat latensi yang sangat rendah atau sekira kurang dari satu milidetik dan kecepatan akses data yang tinggi yakni lebih dari 100 Mbps. Tak hanya itu, teknologi 5G juga akan menciptakan peluang bagi model bisnis dan industri baru.
Di sisi industri, teknologi 5G memang akan membantu membuat operasional perusahaan menjadi lebih efisien. Meski begitu, menurut Basuki perlu regulasi serta campur tangan dari berbagai sektor pemerintah dan lembaga untuk menyangga teknologi tersebut serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa memaksimalkan manfaat jaringan 5G.
(Baca juga: Soal Elevenia, CEO XL Axiata: Bisnis Digital Sebaiknya Tak Bernaung di Dalam Perusahaan)
"Ini nggak hanya pemerintah, kalau regulasi memang pemerintah, tapi kalau masalah sosial development semua sektor. Teknologi bagus kalau dimengerti, kalau ngertinya separo-separo kan sayang," katanya.
Sayangnya, teknologi tersebut masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Pemerintah sendiri melalui Kominfo tengah melakukan studi untuk mengimplikasikan teknologi 5G. Dijelaskan Basuki, Indonesia sebaiknya mengamati teknologi baru tersebut dan mengambil pelajaran dari pengguna di negara lain.