"Yang disiapkan termasuk PPnBM-nya," terang JK, usai mengunjungi booth peserta pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, di ICE, BSD City, Jumat (11/8/2017).
Menurut dia, dengan target 20 persen pada 2025 maka semua instrumen yang berkaitan dengan penerapan mobil listrik harus segera disiapkan.
"Mobil listrik itu kan tadi sudah banyak modelnya, dari hybrid ke mobil listrik dengan perkembangannya. Nanti tahun 2025 sudah 20 persen lah," ungkapnya.
Lebih lanjut JK mengungkapkan, jika mobil listrik sudah banyak digunakan maka dampaknya akan ada penurunan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini akan berdampak positif dengan menurunnya subsidi yang dikeluarkan negara terkait penggunaan BBM.
"Kalau (menggunakan) mobil listrik kan artinya pemakaian bahan bakar menurun, BBM itu kan disubsidi, berarti mengurangi juga jumlah subsidi," tambahnya lagi
(Dian AF)