JAKARTA - Jika Anda mengunjungi sebuah gedung mewah berupa perkantoran atau pusat perbelanjaan, mungkin tak akan merasa asing dengan alat bernama eskalator. Alat berupa anak tangga berjalan tersebut memang sering dijumpai di tempat-tempat tersebut.
Eskalator secara sederhana, merupakan sebuah sabuk panjang yang dapat berjalan. Alat tersebut dilengkapi dengan rantai berputar yang menarik beberapa anak tangga secara konstan. Dengan demikian akan terlihat anak tangga tersebut berjalan dan berputar.
Dengan gerakan tersebut, eskalator mampu memindahkan orang-orang dalam jarak dekat dengan lebih cepat. Alat ini digunakan membantu orang-orang untuk naik dan turun dari sebuah lantai ke lantai lainnya. Sehingga eskalator lebih banyak ditemukan pada gedung-gedung mewah seperti di hotel, bandara, stasiun, dan bangunan umum lainnya.
Baca juga: Mengingat Kembali 'Nenek Moyang' Kereta Api yang Kini Jadi Transportasi Antik
Meski telah banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata tak banyak orang tahu bagaimana sejarah eskalator dibuat. Pada awalnya, Nathan Ames mematenkan konsep eskalator pada 1859. Saat itu ia memiliki gagasan mengenia tangga gulir. Hanya saja idenya itu tak pernah terwujud meski dalam prototipe.
Selama 30 tahun kemudian, ada lagi seorang bernama Leamon Souder yang memiliki konsep berbeda, namun masih mirip dengan ide tangga gulir Nathan Ames. Sayangnya, ia juga merasakan kesulitan untuk mewujudkan konsep tersebut hingga akhirnya pada 1892, Jesse W Reno mematenkan konsep konveyor dan lift.
Bedanya, ia berhasil mewujudkan alat tersebut menjadi sebuah demonstrasi. Sehingga, nama Jesse W. Reno pun didapuk sebagai penemu pertama eskalator. Seperti pada situs Guiness World Record yang mencantumkannya sebagai penemu pertama eskalator.