MENLO PARK - Sepasang chatbot Facebook (bernama Bot dan Alice) ditemukan berkomunikasi dengan cara yang tak terduga. Kedua bot itu ditemukan menghasilkan bahasa sendiri.
Mungkin hal itu terdengar konyol, namun para peneliti mengatakan bahwa itu sebenarnya semacam singkatan. Alkisah, pada Juni 2017, Facebook mengumumkan sebuah inisiatif di Facebook Artificial Intelligence Research (FAIR), tempat perusahaan tersebut mengembangkan bot yang bisa dinegosiasi.
Bot merupakan software yang bisa berbicara dengan manusia dan komputer lain untuk melakukan tugas seperti memesan janji temu atau merekomendasikan restoran. Bot Facebook dibiarkan sendiri untuk berkomunikasi sesuai pilihan mereka dan mereka tak diberi arahan untuk berpegang pada bahasa Inggris.
(Baca juga: Mengejutkan! Eksekutif Facebook Sebut Menghapus Enkripsi Akan Membantu Teroris)
Oleh sebab itu, bot mulai menyimpang dari naskah agar menjadi lebih efektif dalam pembuatan kesepakatan. Fenomena seperti ini sendiri bukanlah hal baru.
Peneliti di OpenAI, laboratorium yang diawali oleh pendiri Tesla, Elon Musk, dan presiden Y Combinator Sam Altman telah memulai jenis pekerjaan yang sama. Tak ketinggalan, AlphaGO, AI yang kembangkan oleh Deepmind, sebuah divisi dari Alphabet bekerja dengan prinsip yang sama.
Prospek AI mengembangkan bahasa sendiri menimbulkanya banyak pertanyaan di antaranya, 'Apakah kita baik-baik saja dengan ini dan apakah peneliti mencoba menghentikannya? Apa manfaatnya? Apa check and balances yang mungkin kita buat?
Terkait hal itu menurut laporan Cnet, Selasa (1/8/2017), Facebook menolak untuk berkomentar.
(Baca juga: Sedih! Pegawai Facebook Ini Tinggal di Garasi, Nih Kisahnya)
Facebook sendiri sudah melakukan dorongan besar dengan chatbot di aplikasi chat Messenger-nya. Perusahaan di bawah komando Mark Zuckerberg itu ingin pengguna di aplikasi Messenger menggunakannya untuk segala hal mulai dari pengiriman makanan hingga belanja.
Penggunaan bot rupanya tak hanya dilakukan Facebook, perusahaan teknologi lainnya seperti Amazon dan Google juga melakukan hal sama dan berinvestasi besar dalam machine learning dan kecerdasan buatan.
(Dini Listiyani)