Mobil Mini Listrik 3 Pintu Dipasarkan pada 2019

Santo Evren Sirait, Jurnalis
Rabu 26 Juli 2017 22:14 WIB
Mini E (Paultan)
Share :

MUNICH - Tidak mau kalah dengan produsen mobil mewah lain, BMW Group memastikan bahwa elektrifikasi akan menjadi strategi pemasarannya di masa depan. Salah satu buktinya, Mini yang merupakan bagian dari BMW Group tengah menyiapkan satu varian baru dari keluarga hatchback tiga pintu yang akan menggunakan listrik sebagai sumber tenaga utamanya. Rencananya BMW Group akan mulai menjualnya pada 2019.

Model baru ini akan menggunakan drive train listrik yang dibangun di pabrik BMW di Dingolfing dan Landshut. Setelah itu drive train akan dikirim ke fasilitas perakitan Mini di Oxford, Inggris, dan akan dipasangkan ke mobil. Ini akan menambah jajaran prodok Mini yang menggunakan mesin bensin, diesel, dan plug in hybrid.

Diberitakan Paultan, kabar Mini bakal punya varian listrik bukan hal yang mengejutkan. Pada 2008, perusahaan pernah memproduksi hatchback Mini E bertenaga listrik dengan tiga pintu. Namun saat itu Mini tidak memproduksinya dalam jumlah besar, serta tidak menjualnya. Mobil tersebut hanya disewakan saja. Sumber tenaga Mini E berasal dari motor listrik dan dibekali baterai berdaya 35 kWh. Tenaga yang dihasilkannya cukup besar yakni 208 hp dan torsi puncak 220 nm.

Hanya butuh waktu 8,5 detik untuk Mini E melaju dari posisi diam sampai 100 kilometer per jam dengan kecepatan tertinggi 152 km/jam. Mobil ini dapat berjalan sejauh 240 km dalam kondisi baterai terisi penuh.

Baru-baru ini, perusahaan juga memperkenalkan Mini Cooper SE Countryman All4 plug in hybrid yang diperkuat dengan mesin tiga silinder berkapasitas 1,5 liter. Mesin tersebut memiliki tenaga maksimal 136 hp dan torsi puncak 220 nm. Mesin dikombinasikan dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga 88 hp dengan torsi 165 nm. Sumber listrik berasal dari baterai lithium ion 7,6 kWh. Dengan bantuan transmisi otomatis enam percepatan mobil ini mampu berlari dari 0 sampai 100 km/jam dalam waktu 6,9 detik. Mobil ini juga mampu menempuh jarak hingga 40 km dengan penggerak listrik murni, serta kecepatan tertinggi 125 km/jam.

BMW Group juga telah mengumumkan bahwa semua merek yang ada di bawahnya memiliki potensi akan dilengkapi dengan komponen penggerak hybrid, plug in hybrid, atau listrik murni, di samping tetap menggunakan mesin bensin dan diesel. Pasar mobil ramah lingkungan dan rendah emisi akan semakin menjadi ramai, terlebih ketika Volvo mengumumkan akan memasangkan perangkat listrik pada semua model kendaraannya mulai 2019. (san)

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya