“Dua-duanya menggunakan penyandian end to end user, tapi dari kekuatan algoritma enkripsinya, lebih kuat Telegram,” terangnya.
Fitur enkripsi pada Telegram bahkan hampir tidak mungkin diketahui oleh pengguna lain karena kunci untuk membuka pesan setiap pengguna berbeda-beda.
Meski menggunakan keamanan enkripsi, lanjutnya, pesan atau data pengguna tersimpan di server pemilik layanan. Lain halnya dengan Telegram yang memiliki fitur unggulan lain yakni Secret Chat. Secret Chat memungkinkan pesan tidak tersimpan di server mereka, namun tersimpan pada device pengguna.
“Kalau kita mengaktifkan secret chat, pesan tidak tersimpan di server mereka, tapi di device masing-masing user,” jelas Pratama.
Tak hanya itu, Telegram juga memiliki fitur automatic message destruction yang mampu mengatur durasi pesan untuk dihapus secara otomatis pada device yang melakukan komunikasi.
(Kemas Irawan Nurrachman)