JAKARTA - Selain menyusupi program dengan malware jahat, peretas juga kerap melakukan phising untuk melakukan kegiatan jahatnya di internet. Phising adalah upaya penipuan untuk mengelabui korban dengan situs palsu.
Berdasarkan data dari sebuah riset, diketahui bahwa serangan phising telah merajalela dengan pertumbuhan serangan sebanyak 400% pada kuartal terakhir.
Riset itu dilakukan terhadap 44.000 e-mail pengguna bisnis yang ditemukannya serangan tersebut. Mimecast E-mail Security Risk Assessment (ESRA) kemudian mengukur efektivitas sistem keamanan e-mail yang digunakan menemukan bahwa serangan tersebut masih berlanjut.
Mengutip halaman PC Authority, Kamis (8/6/2017), mereka kemudian menemukan hampir 9 juta serangan spam yang terdiri dari 8.318 jenis file berbahaya, 1.669 terdeteksi, 487 malware yang telah dikenal, serta 8.605 serangan berjenis peniruan identitas.
"Penjahat siber terus-menerus menyesuaikan metode serangan mereka. Misalnya, analisis ESRA terbaru ini mencerminkan bagaimana serangan peniruan identitas melalui pertahanan keamanan e-mail yang ada pada tingkat yang mengkhawatirkan," kata COO Mimecast, Ed Jennings.
(Kemas Irawan Nurrachman)