JAKARTA - Ransomware menjadi buah bibir beberapa waktu belakangan ini. Sebenarnya program jahat ini telah lama muncul, namun baru kali ini tampaknya mengejutkan dunia. Laporan menyebutkan, sejumlah negara terkena dampak dari serangan masif ransomware tersebut.
Website Informationsecuritybuzz mengungkapkan, dokumen pertama dan contoh dari ransomware ialah 1989 AIDS Trojan, yang dikenal dengan PS Cyborg. Joseph L. Popp mengirimkan 20 ribu disket yang terinfeksi dengan label AIDS Information - Introductory Diskettes.
Joseph mengirimkan sejumlah disket itu kepada hadirin konferensi AIDS internasional oleh World Health Organization. Setelah sekian kali proses reboot PC, rupanya, disket dengan program jahat atau Trojan itu menyembunyikan dan mengenkripsi nama file pada komputer.
Untuk mendapatkan akses file itu, pengguna harus membayar USD189 ke PC Cyborg Corp. Dr. Popp akhirnya tertangkap namun ia dinyatakan tidak layak secara mental untuk diadili dan dikembalikan ke Amerika Serikat.
Menuju ke zaman internet yang kian berkembang, membuat seseorang atau kelompok membawa ide ransom Popp dan melancarkan aksi kriminal siber. Pelaku menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan uang tebusan dalam skala yang jauh lebih luas.
Pada 2006, organisasi kriminal mulai menggunakan enkripsi RSA asimetris secara lebih efektif. Archiveus Trojan mengenkripsi apapun di direktori My Documents dan memerlukan korban untuk membeli item dari sebuah farmasi online untuk mendapatkan password 30 digit.
Selain itu, GPcode, sebuah Trojan enkripsi yang awalnya menyebar melalui lampiran email yang mengaku sebagai aplikasi pekerjaan, menggunakan kunci publik RSA 660-bit. Dua tahun kemudian, varian (GPcode.AK) menggunakan kunci RSA 1024-bit.