JAKARTA - Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) pernah menjual skuter premium TMax pada 2013. Skuter completely built up (CBU) dari Jepang ini sempat dijual hingga 2014. Saat itu, total TMax yang terjual sebanyak 60 unit dengan harga per unit Rp220 jutaan.
Namun pada 2015-2016, YIMM menghentikan penjualannya. Sebabnya, TMax terkendala perbedaan standar emisi antara Jepang dan Indonesia. Indonesia masih menerapkan standar Euro3, sedangkan TMax terbaru yang diproduksi di Jepang saat itu sudah memenuhi standar Euro4. Permasalahannya, Indonesia belum memiliki bahan bakar berspesifikasi Euro4.
"Terakhir kami mau impor lagi, tapi terkendala karena Euro4. Regulasi di sini masih Euro3. Kami ingin impor tapi terkendala itu," kata General Manager Aftersales YIMM, M Abidin, di arena IIMS 2017, kemarin.
Menurut Abidin, pihaknya bisa saja meminta TMax sesuai dengan spesifikasi bahan bakar di Indonesia, namun pengurusannya membutuhkan proses yang panjang. Karena itu, YIMM lebih memilih bersabar sampai bahan bakar Euro4 tersedia.
Aturan Pemerintah yang akan menerapkan standar Euro4 untuk kendaraan roda empat dan lebih menjadi angin segar bagi YIMM untuk mendatangkan TMax. Pasalnya bahan bakar berstandar Euro4 akan tersedia.
"Maunya yang langsung Euro4 karena kita sudah tahu, mengurusi ini sama mengurusi yang baru, kita mendingan yang baru. Tunggu sampai aturan Euro4 keluar," pungkasnya.
(Anton Suhartono)