"Dulu mereknya yang paling bagus Marco, buatan Italia, harganya saat itu sekira 300 real," ujar dia.
Menurut alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) ini, dengan bunyi klakson yang lain dari yang lain, saat itu ia berharap masyarakat mudah mengenali armada miliknya. Terbukti, bus Efesiensi menjadi bus yang paling banyak diminati di jalur Selatan Jawa Tengah-DIY.
Ciri khas armadanya yang menggunakan klakson telolet ternyata menarik rekan-rekannya. Ia akhirnya memberitahu tempat membeli klakson telolet. Bahkan, saat ini bunyinya bermacam-macam dan bisa dibuat melodi.
(Fransiskus Dasa Saputra)