JAKARTA - Usia pakai aki motor bisa saja lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal itu dipengaruhi cara perawatan dan pemakaiannya yang tidak sesuai.
Deddy Ismanto, product manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, menyebut ada lima faktor utama yang memengaruhi umur pakai aki, khususnya untuk sepeda motor. Berikut ini kelima faktor tersebut:
1. Cara pemasangannya pertama kali di motor
Pada umumnya masyarakat langsung memasang aki di motor saat menggantinya di bengkel. Saat pemasangan pertama itulah yang bisa menentukan seberapa jauh aki itu akan bertahan.
2. Kecocokan jenis aki dengan motor
Kadang-kadang konsumen menyerahkan sepenuhnya ke toko atau bengkel mengenai jenis aki yang digunakan. Konsumen hanya menyampaikan ke toko bahwa akinya mati namun tidak memilih sendiri produknya. Mekanik pun tidak tahu aki apa yang dipasang pada motornya. Padahal jenis dan tipe aki juga memengaruhi umur pakainya.
3. Perawatan atau servis
Perawatan aki berbanding lurus dengan perawatan kendaraan. Seberapa sering kendaraan diservis ke bengkel akan berimbas pada kondisi aki.
4. Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan
Saat ini aturan lalu lintas mengharuskan pengguna sepeda motor menyalakan lampu di siang hari. Adapula motor yang dipasangi perangkat untuk men-charge telefon genggam. Hal ini tentu akan membuat konsumsi listrik semakin besar.
5. Karakter pemakaian motor
Di Indonesia ada dua tipikal pengguna motor. Pertama, intensif yakni motor digunakan sebagai alat transportasi setiap hari. Ada juga motor yang digunakan pada waktu tertentu atau sebagai hobi. Sering-tidaknya pemakaian motor juga memengaruhi usia pakai aki karena terkait siklus hidup aki itu sendiri.
Selain dirawat aki juga tidak boleh dipindahkan dari satu motor ke motor lain karena garansi bisa hangus.
“Dipasang di motor A, kemudian pas dicek digunakan di motor B, maka itu akan gugur. Jadi pada saat dipasang pun sebenarnya dicek dulu kesiapan motornya. Pihak bengkel tidak akan memaksakan untuk mengganti aki bila dari awal sudah diketahui ada gangguan terhadap kerusakan sistem kerusakan pada motor konsumen," kata Deddy.
Ia menambahkan, ada juga kesalahan dari pihak pabrikan. Jika sudah begini, produsen akan mengganti aki bermasalah dengan yang baru.
"Yang namanya garansi itu dari faktor internal, yakni manufacturing repack. Satu bulan setelah dipasang, kemudian dilakukan pemeriksaan ditemukan gejala-gejala ada deffect manufacture. Itu tanggung jawab kami sepenuhnya sebagai produsen. Maka tanpa harus diminta oleh konsumen, langsung bisa dilakukan penggantian aki baru," pungkas dia.