Penjelasan Alquran atas Awan Kumulonimbus

Moch Prima Fauzi, Jurnalis
Kamis 10 November 2016 04:01 WIB
Awan Cumulonimbus. (Foto: National Geographic)
Share :

JAKARTA – Pernahkah Anda melihat awan berupa gumpalan yang berada di langit? Awan tersebut disebut sebagai kumolonimbus yang menjulang dari 3 hingga 10 kilometer.

Jika awan mencapai 7 sampai 10 km, suhu air pada ketinggian tersebut sangat rendah yakni -40 derajat Celsius. Suhu tersebut sesuai suhu lapisan atmosfer pada daerah atas troposfer.

Uap air yang berada di awan dengan ketinggian di atas 7 km akan menjadi butiran es karena batas ketinggian terjadinya butiran es adalah sekira 6 km.

Sedangkan proses terjadinya hujan akibat butiran es tersebut dapat mencair kembali jika mencapai daerah yang lebih tinggi suhunya sehingga menimbulkan tetesan air.

Berdasarkan buku ‘Sains Berbasis Alquran Edisi Kedua (2015)’, sebenarnya proses tersebut telah tertuang dalam Alquran Surah Annur Ayat 43.

"Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butirna-butiran) dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan."

Awan komulunimbus dapat dicurahkan dari awan nimbostratus yang posisinya lebih dekat ke permukaan bumi dibandingkan awan lainnya. Jenis awan yang juga dikenal adalah kumulus, stratokumulus, altokumulus, sirokumulus, stratus, altostratus, sirostratus, dan sirus.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya