MUNICH - Produsen mobil premium BMW Group merayakan hari jadinya ke-100 pada 7 Maret 2016. Perayaan ulang tahun ke-1 abad itu digelar secar besar-besaran di Munich Olympic Hall, Munich, Jerman.
Momentum ulang tahun ini juga dimanfaatkan BMW Group untuk menyampaikan permintaan maaf kepada semuah pihak atas keterlibatan perusahaan tersebut dengan Nazi di masa lalu.
BMW Group juga menyampaikan penyesalan yang mendalam atas praktik kerja paksa yang dilakukan untuk memproduksi kendaraan perang dan menyuplai mesin pesawat demi memenuhi kebutuhan perlengkapan perang bagi pasukan Nazi.
BMW menyebut bahwa pihaknya pernah menghadapi masa-masa kegelapan di masa itu. Awalnya, BMW dikenal sebagai produsen mesin pesawat, namun kelamaan berkembang sampai memproduksi mobil.
"Terlepas dari banyak kesuksesan yang diraih, BMW pernah menghadapi beberapa krisis besar serta banyak tantangan dalam perjalanan sejarahnya. Di bawah rezim Sosialis Nasional pada 1930-1940-an, BMW AG menjadi suplier eksklusif untuk memasok alat perang bagi pertahanan Jerman. Karena permintaan akan mesin pesawat meningkat, maka para pekerja paksa dan tahanan di penjara direkrut untuk membantu produksi. Besarnya penderitaan dan praktik kerja paksa itu menyisakan penyesalan yang mendalam," demikian pernyataan BMW Group.
Sementara itu, para petinggi BMW pada 1983 membuat insiatif untuk membuka dialog terkait masa lalu perusahaan melalui buku berjudul "BMW- a German History".
Lalu pada 1999 dibentuklah sebuah yayasan yang memberikan kompensasi terhadap para korban keja paksa.
(Anton Suhartono)