JAKARTA - Jika Anda tinggal di negara subtropis, mungkin pernah melihat rombongan burung atau angsa bermigrasi membentuk huruf V. Hal ini bukanlah tanpa sebab, karena para burung itu mempunyai alasan kuat untuk terbang dengan formasi seperi itu.
Seperti dikutip dari buku Kisah 1001 Fakta sains tersuper di dunia. Formasi V meningkatkan efisiensi dan jarak tempuh burung yang sedang terbang bermigrasi dengan jarak yang sangat jauh.
Cara kerjanya seperti ini, kepakan sayap burung paling depan memberi daya dukung bagi burung di belakangnya. Kawanan burung yang terbang di belakangnya tidak perlu susah-susah menembus dinding udara di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan dapat terbang 71% lebih jauh daripada terbang masing-masing.
Uniknya adalah, ketika burung yang memimpin di depan lelah, ia terbang memutar ke bagian belakang, dan burung lain akan menggantikan posisinya. Selain itu, kawanan itu saling menyoraki, seolah saling menyemangati satu sama lain. Jika ada satu burung yang kelelahan atau tertambak, maka salah satu burung akan menemaninya.
Formasi ini ternyata diadaptasi di dunia militer. Formasi V atau biasa disebut Vic, biasa dilakukan dalam acara parade pesawat jet. Tujuannya agar penggunaan bahan bakar pesawat tidak terlalu boros.
(Kemas Irawan Nurrachman)