CALIFORNIA - Twitter Inc digugat seorang janda asal Amerika Serikat (AS), yang menuding bahwa jejaring sosial media ini telah menjadi alat penyalur "voice" kelompok ISIS di Yordania.
Wanita tersebut bernama Tamara Fields, perempuan dari Florida AS, yang suaminya meninggal di Yordania akibat serangan ISIS pada 9 November lalu.
Dia menyatakan, Twitter terus memberikan ISIS untuk mengakses platform microblogging tersebut, tanpa adanya kendali sehingga memungkinkan kelompok itu memberikan informasi.
"Tanpa Twitter, ledakan pertumbuhan ISIS di beberapa tahun terakhir ini menjadikannya kelompok teroris paling ditakuti di dunia tidak akan mungkin terjadi," ujarnya seperti dikutip dari Ubergizmo, Sabtu (16/1/2016).
Fields beranggapan, platform Twitter dapat digunakan oleh siapa saja, sehingga memungkinkan mereka untuk untuk menyebarkan propaganda dan mengumpulkan uang untuk menarik anggota baru.