Kuba Surganya Mobil Klasik

Anton Suhartono, Jurnalis
Sabtu 02 Januari 2016 12:06 WIB
Kuba surga mobil klasik (Piotr Degler/Degler Studio)
Share :

HAVANA - Alasan yang membuat mobil klasik menjamur di Kuba adalah saat Fidel Castro duduk di tampuk kekuasaan pada 1959, ia melarang impor kendaraan. Sehingga, mobil dipertahankan semaksimal mungkin oleh warganya sejak lama. 

Mereka pun berusaha merawat kendaraan dengan sumber yang ada di dalam negeri sehingga tidak jarang terjadi kanibalisasi komponen.

“Bagi setiap orang yang tertarik dengan mobil, perjalanan ke Kuba seperti menembus lorong waktu,” cetus seorang fotografer automotif asal Spanyol, Piotr Degler, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (2/1/2016).

Pria berusia 30 tahun melakukan perjalanan selama sebulan penuh pada 2014 untuk mengeksplorasi mobil-mobil klasik di negara penghasil cerutu itu. Hasil jepretannya dikumpulkan dan dijadikan buku berjudul “Carros de Cuba” (Mobil-Mobil di Kuba).

Menurut Degler, mobil-mobil yang tampak di jalanan Kuba banyak yang masih mempertahankan desain aslinya, yakni terinspirasi dari bentuk pesawat terbang. Gaya desain seperti itu pernah menjadi tren di 1950-an. Mobil-mobil di Kuba sendiri saat itu banyak didatangkan dari Amerika Serikat.

“Mobil-mobil Amerika dari 1950-an sangat istimewa. Desain produknya dipengaruhi oleh pesawat terbang. Anda bisa lihat dari bagian belakang mobil yang seperti ekor atau sirip pesawat. Hal ini bertahan sampai model mobil tahun 1959. Ini bisa dilihat dari setiap merek, seperti Cadillac, Chevrolet, Pontiac, Oldsmobile, dan lainnya,” papar dia.

Namun setelah larangan impor dicabut, banyak perubahan yang terjadi di Kuba. Mobil-mobil modern sudah banyak berkeliaran di jalan. Inilah penjelasannya mengapa jika turis berkunjung ke Kuba, berasa seperti menjelajahi waktu. Apalagi, banyak bangunan di Kuba yang masih mempertahankan keasliannya. Antara mobil dan bangunan pun berpadu sangat serasi.

“Sekarang Anda bisa lihat sudah banyak mobil modern di jalan-jalan di Kuba, seperti Kia Picanto, Hyundai Atoz, atau banyak juga mobil impor dari China. Tapi, saya tetap mencoba mengabadikan mobil-mobil klasiknya. Mengabadikannya tidak mudah,” imbuh dia.

Ia menbambahkan, seorang pengemudi akan berkata kepada turis bahwa sejujurnya mereka lebih suka mengganti mobil klasik Chevrolet ke mobil modern produksi 1970-an asal Uni Soviet atau bahkan mobil kecil Hyundai. Mobil-mobil itu lebih bisa diandalkan dan yang pasti nyaman karena sudah dilengkapi pendingin kabin.

“Sebenarnya, saya suka jika orang Kuba mendapatkan mobil yang lebih bisa diandalkan. Yang hanya ingin saya katakan adalah sebagai seorang fotografer dan pencinta mobil klasik bahwa “skenario” tentang sebuah mobil tidak akan pernah sama. Ini alasannya mengapa saya membuat buku ini,” jelas Degler.

Foto-foto: Piotr Degler

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya