Inilah Strategi XL Axiata di 2016

Kustin Ayuwuragil Desmuflihah, Jurnalis
Selasa 08 Desember 2015 17:55 WIB
Inilah Strategi XL di 2016 (Foto: Muhammad Sabqi/Okezone)
Share :

JAKARTA - Tahun 2015 akan segera berakhir yang berarti setiap perusahaan, termasuk operator Indonesia seperti XL Axiata harus menyiapkan strategi bisnisnya untuk 2016.

Kepada Okezone, Senin (7/12/2015), CEO XL Dian Siswarini menceritakan perubahan yang telah dilakukannya di 2015. Tak hanya itu, dia juga memberikan penjelasan mengenai strategi bisnis yang akan dilaksanakannya tahun depan.

"2015 itu awal transformasi kita dengan modal kita sudah dipandang sebagai brand premium. Nah kita akan kembangkan dengan LTE sebagai vehicle," kata Dian di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Pusat.

Keyakinan Dian untuk menjadikan layanan LTE untuk perkembangan XL bukannya tak beralasan. Dian mengungkapkan bahwa meski LTE baru secara nasional diluncurkan pada pertengahan November, sampai saat ini sudah tiga juta orang menjadi pelanggan LTE. Adopsi itu dirasa lebih cepat dari perkiraan XL sebelumnya.

Kecepatan adopsi itu juga tak lepas dari adanya perangkat terjangkau yang bisa memfasilitasi LTE. Oleh karena itu, XL juga masih akan melakukan bundling dengan beberapa vendor untuk menghadirkan handset LTE di Indonesia.

Terlebih, Dian merasa 4G LTE adalah ladang baru bagi operator. "Kita lebih optimis dengan hadirnya teknologi seperti LTE ini sebenarnya kita membuka lahan permainan baru untuk operator. Karena kalau di 2G dan 3G kita sudah tahulah pemenangnya siapa, tapi kalau di 4G kita siap untuk jadi nomor satu ya," lanjut Dian.

Untuk itu, XL mengaku telah mempersiapkan banyak hal, termasuk infrastrukturnya. Dian juga mengungkapkan perusahaan sedang berusaha mengajak pengguna untuk bermigrasi besar-besaran ke 4G.

"Sebenarnya meminta orang ganti SIMcard itu susah. Padahal begitu mereka udah ganti LTE, mereka pasti enggak mau lepas karena kalau orang sudah nyaman dengan data service itu pasti akan terus-terusan. Lalu aplikasi juga kami siapkan untuk memberikan edukasi agar orang tahu kenapa mereka harus ganti LTE," sambungnya.

Dari sisi investment, XL mayoritas akan memfokuskan diri untuk LTE. "Tadinya kita pikir akan 20:80 untuk LTE di tahun pertama, lalu baru 40:60 di tahun kedua. Nggak gitu, ini tahun depan aja udah majority," tutupnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya