JAKARTA - Perusahaan ponsel lokal, Asiafone, yang dahulu dikenal sebagai importir karena banyak mendatangkan barang utuh secara langsung dari China, kini telah membuka pabrik rakitan sendiri di Indonesia untuk menguatkan pasar lokal.
Meski demikian, pihak perusahaan berharap ada bantuan dari Pemerintah Indonesia. Hal itu seperti bisa mengurangi beban pajak yang ditetapkan untuk biaya impor komponen yang didatangkan ke Indonesia.
"Biaya pajak di Indonesia mahal, sehingga ongkos perakitan bisa meningkat," jelas Vice President Director Asiafone Daniel Ng, saat pengenalan lokasi pabrik di Pluit, Jakarta Utara, Rabu (14/1/2015).
Ia mengungkapkan, pembukaan pabrik perakitan ponsel di wilayah Pluit, Jakarta Utara, itu sebagai upaya untuk memindahkan produksi dari luar negeri ke Indonesia secara utuh dan perlahan.