Isu Keamanan, China Selidiki IBM, Oracle, dan EMC

Andina Librianty, Jurnalis
Jum'at 16 Agustus 2013 13:56 WIB
Logo IBM (Foto: Reuters)
Share :

BEIJING - Mantan kontraktor National Security Agency (NSA) Edward Snowden, mengungkapkan, NSA telah menyusup ke jaringan infrasturktur penting di berbagai universitas China dan Hong Kong. Akibat laporan Snowden itu, pemerintah Negeri Tirai Bambu dilaporkan melakukan serangkaian penyelidikan terhadap sejumlah perusahaan asing.
 
Dilansir Softpedia, Jumat (16/8/2013), tiga perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), yakni IBM, Oracle, dan EMC, dilaporkan berada dalam daftar penyelidikan pemerintah China. Menurut laporan Shanghai Securities News, Departemen Keamanan Publik dan pusat penelitian China sedang mempersiapkan penyelidikan terhadap ketiga perusahaan terkait isu-isu keamanan.
 
Adapun dokumen yang dibocorkan oleh Snowden, mengungkapkan NSA telah memiliki akses ke sejumlah besar data internet, seperti email, chat room dan video dari perusahaan besar, termasuk Facebook dan Google. Aksi NSA itu berada di bawah program pemerintah AS yang dikenal sebagai Prism.
 
"Saat ini, berkat keunggulan teknologi mereka, banyak sistem informasi inti kami pada dasarnya didominasi oleh perusahaan hardware dan software asing. Tapi skandal Prism menyiratkan masalah keamanan," ungkap sumber Shanghai Securities News.
 
AS berulang kali menuduh China telah melakukan aksi peretasan terhadap negaranya. Laporan dari Snowden pun digunakan oleh China untuk menuding Negeri Paman Sam tersebut munafik.
 
Saat ini regulator dan polisi China dilaporkan telah memulai serangkaian penyelidikan selama beberapa pekan terakhir. China ingin mengetahui cara perusahaan asing dan domestik melakukan bisnis di negara tersebut.

(Andina Librianty)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya