Kenapa Kelompok Hacker SEA Membidik Viber?

Ayunda W Savitri, Jurnalis
Jum'at 26 Juli 2013 13:18 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

CALIFORNIA – Kelompok hacker ternama, Syrian Electronic Army (SEA) kembali berulah. Setelah sebelumnya banyak situs berita online yang dibajaknya, terkini giliran situs aplikasi penyedia video call yang menjadi korbannya.

Adalah Viber Media yang merupakan sebuah aplikasi menyerupai Skype. Di mana, para pengguna aplikasi video call tersebut menemukan pesan yang membuat bulu kuduknya merinding pekan ini.
“Viber, berbasis di Israel siap memata-matai Anda dan melakukan pelacakan,” tulis kelompok SEA di situs Viber Media.

“Kami tidak bisa meretas semua sistem Viber, tetapi sebagian besar dirancang untuk memata-matai dan melacak Anda,” lanjutnya, seperti disadur dari Mashable, Jumat (26/7/2013).

Menanggapi itu pihak Viber mengatakan, tidak ada data atau informasi pengguna yang bersifat pribadi yang ‘bocor’ karena telah tersimpan dalam sistem yang aman dan tidak dapat diakses melalui berbagai serangan. Lalu apa alasan di balik SEA membidik Viber dalam aksinya kali ini?

Sebagaimana diketahui, aplikasi Viber memungkinkan Anda untuk melakukan panggilan suara dan mengirim pesan teks secara gratis. Aplikasi ini dikembangkan di Belarus dan menuai popularitas di Eropa Tengah dan Timur, seperti yang dilaporkan Bloomberg Businessweek tahun lalu.

Tak hanya itu, Viber juga menjalankan bisnisnya di Israel sejak 2010 lalu. pendirinya, Talmon Marco dan Igor Magazinik merupakan mantan tentara Israel kala itu. Nah, rupanya hal ini menjadi magnet bagi kelompok peretas asal Suriah. Terlebih, kedua negara (Israel dan Suriah) hingga kini masih terlibat konflik udara, darat, dan dunia maya.

Terkait hal itu, Gwen Ackerman dari Bloomberg Global Tech melaporkan kekhawatirannya terhadap sektor swasta Israel yang rentan terhadap serangan digital sejak awal bulan ini.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya