HONG KONG - Mantan kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Snowden, mengungkapkan bahwa mata-mata Amerika Serikat (AS) telah menyerang perusahaan-perusahaan telekomunikasi China untuk bisa mengakses pesan teks. Informasi terbaru ini diungkapkan Snowden kepada Sunday Morning Post.
Dilaporkan South China Morning Post, Senin (24/6/2013), pria yang pernah bekerja sebagai teknisi untuk Central Intelligence Agency AS itu juga menyerahkan dokumen yang berisi informasi serangan terhadap komputer-komputer selama empat tahun.
Dalam dokumen itu tercantum rincian operasional serangan tertentu, termasuk alamat internet protocol (IP), tanggal serangan, dan apakah komputer-komputer tersebut masih dimonitor dari jarak jauh.
Sunday Morning Post akhirnya mempublikasikan tiga hal yang diklaim Snowden telah dilakukan NSA. Diantaranya ialah NSA telah meretas perusahaan-perusahaan telekomunikasi utama di China untuk bisa mengakses pesan teks, serta melakukan serangan berkelanjutan pada jaringan backbone di Tsinghua University, yang secara luas dianggap sebagai institut penelitian dan pendidikan top di China dan juga menggarap teknologi web generasi terbaru.
Selain itu, Tsinghua juga merupakan rumah bagi salah satu dari enam jaringan backbone China, yaitu China Education and Research Network.
Snowden juga mengklaim NSA telah meretas komputer kantor pusat Pacnet di Hong Kong. Pacnet merupakan salah satu yang memiliki jaringan serat kabel bawah laut yang paling luas di wilayah tersebut.
Pacnet, yang baru-baru ini menandatangani kesepatan besar dengan perusahaan telefon selular di China daratan, memiliki lebih dari 46 ribu kilometer serat kabel optik. Kabel-kabel itu menghubungkan pusat-pusat data regionalnya di seluruh wilayah Asia Pasifik, termasuk Hong Kong, China daratan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan. Perusahaan juga memiliki kantor di AS.
Para ahli keamanan cyber China telah lama mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan telekomunikasi menjadi korban serangan back-door karena "dipaksa" pergi ke luar negeri untuk membeli teknologi inti jaringan mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir masalah keamanan menjadi lebih vokal, sehingga akhirnya pemasok peralatan jaringan domestik seperti Huawei, Datang, dan ZTE mulai menutup kesenjangan teknologi. Dengan begitu, perusahaan-perusahaan telekomunikasi China mengurangi ketergantungan mereka terhadap pemasok asing.
(Andina Librianty)