WASHINGTON – Tim peneliti dari University of Washington dan NanoFacture menciptakan sebuah perangkat yang dapat mengekstrak (memisahkan) DNA manusia dari sampel cairan dengan cara sederhana, lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvesional sebelumnya.
Perangkat ini dapat memisahkan DNA dari sampel cairan manusia untuk dapat mengetahui genom, diagnosis penyakit dan penyeledikan forensik. Demikian dikutip Machineslikeus, Kamis (9/5/2013).
Memisahkan DNA dari cairan tubuh merupakan proses yang rumit. Metode konvensional seringkali menggunakan centrifuge (mesin pemisah) untuk memisahkan molekul DNA dari sampel cairan dengan mikro-filter di mana proses ini memakan waktu 20-30 menit. Tak hanya itu, pemisahan ini juga memerlukan bahan kimia beracun yang berbahaya.
Oleh karena itu, dirancang sebuah probe kecil mikroskopis dan nanotips yang menerapkan medan listrik untuk dicelupkan ke dalam sampel cairan seperti, air liur, dahak atau darah. Kemudian molekul DNA akan menempel pada permukaan probe tersebut. Proses ini hanya membutuhkan waktu dua atau tiga menit dengan teknologi ini.
“Proses sederhana ini dapat menghapus semua langkah metode konvensional,” kata asosiasi profesor teknik mesin yang memimpin penelitian ini, Jae-Hyun Chung.
Perangkat genggam ini dapat membersihkan empat sampel cairan manusia secara terpisah sekaligus. Namun ke depannya, teknologi ini akan ditingkatkan untuk dapat mempersiapkan 96 sampel pada waktu yang bersamaan.
(Amril Amarullah (Okezone))