JAKARTA - Perhelatan pameran game terbesar, Indonesia Game Show (IGS) 2012 mulai digelar hari ini. Beberapa developer asal Tanah Air unjuk gigi memamerkan game besutannya. Salah satu game yang mengangkat latar belakang tempat di Indonesia “Safe Orang Utan” dipamerkan di event tersebut.
"Ini ceritanya bertempat di hutan Kalimantan, di mana gamer harus menyelamatkan monyet-monyet yang tersesat," ujar Game Designer dari studio pengembang Garuda Games (asal Bandung), Gregorius Eko SM di salah satu booth pameran IGS 2012.
Ia mengatakan, game ini cukup sederhana, gamer hanya tinggal mengarahkan monyet yang tersesat ke sebuah jalan yang benar, dan tidak membiarkan monyet itu diculik oleh penjahat. Game ini cukup menantang kecepatan dan kecermatan gamer.
Untuk saat ini, permainan ini telah dapat dimainkan di platform iOS, namun belum tersedia di Appstore. Karena, pihaknya masih menunggu review pada game tersebut.
Ketika ditanya, mengapa game ini tidak dibuat untuk platform Android, dirinya mengatakan bahwa ada pertimbangan-pertimbangan tertentu. "Dari engine (ketika dahulu game ini dibuat), sebelumnya belum mendukung ke arah sana. Akan tetapi kami berencana ke arah sana (Android)," terangnya.
Ia mengatakan, kini ada tools development-nya untuk membuat ke platform Android. Hanya saja, tetap ada sisi plus-minusnya yang menjadi pertimbangan, misalnya pada game tertentu, bila game tersebut ditampilkan di platform Android, maka ada beberapa hal yang mesti dikurangi, contohnya dari sisi visualnya, meskipun di sisi yang lain, ada keunggulan-keunggulan lainnya.
Pihaknya tidak hanya menciptakan game di platform mobile (iOS), tetapi juga PC. Pada booth Garuda Games, ditampilkan pula bermacam game, selain "Safe Orang Utan", misalnya HotDog Frenzy dan game bergenre first person shooter, Steampunk Deathmatch.
Respon Masyarakat
Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini game yang dikembangkan oleh para developer Tanah Air, menunjukkan potensi maupun kompetensi yang kian berkembang. Game juga tidak hanya sebagai hiburan, namun juga memberi unsur-unsur edukasi.
Seperti yang juga dikembangkan Garuda Games, dengan permainan edukasi untuk anak, "Bermain dengan Bentuk dan Warna". Game yang diperuntukkan untuk anak-anak usia 4-6 tahun dan dapat dimainkan di PC.
Ia mengungkapkan, tanggapan masyarakat selama ini positif terhadap karya-karya yang dikembangkannya. Garuda Games memulai debutnya di bidang game sejak 2010, setelah sebelumnya berfokus pada bidang multimedia commercial.
"Tanggapan mereka (masyarakat) cukup senang. Ini menunjukkan potensi besar dan kami melihat, dengan membuat game seperti ini, artinya engga kalah juga dengan game buatan luar," jelasnya.
Ia beranggapan bahwa selama ini game seolah dipersalahkan oleh kalangan orangtua. Bagaimana anak itu bisa menjadi malas atau tidak mendidik. "Namun, kami ingin ada nilai positif. Industri game Indonesia sudah terlihat bagus. Industri game bagus, pasar juga bagus, dari sini kita bisa hidup," pungkasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))