JAKARTA - Dunia internet belakangan ini diramaikan dengan kabar mengenai serangan cyber. Diperlukan kesiapan, sekaligus memacu para programmer di Tanah Air untuk mampu menghadapi kemungkinan ancaman cyber ke depan, Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII) menggelar kompetisi Jawara Cyber Indonesia.
Perhelatan tersebut diikuti oleh 50 tim peserta lokal yang masing-masing tim berjumlah lima atau enam orang, berlangsung dalam empat kategori. Empat kategori itu antara lain, sistem hardening, penetration test, capture the flag dan forensik.
Ketua ID-SIRTII, Rudi Lumanto mengatakan, secara teknis, setiap tim harus dapat mempertahankan server maupun network yang mereka bangun dan mencegah terjadinya kebobolan server, akibat program jahat yang mencoba merusak server. "Mereka diberikan komputer yang sudah disediakan OS (operating system). Kategori pertama mereka hardening, dalam satu tim membuat jaringan server atau network. Lalu kategori berikutnya, penetration test, ketiga capture the flag atau mengambil bendera. Yang terakhir forensik," paparnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Ia menjelaskan bahwa kategori itu merupakan contoh simulasi dalam skala yang lebih kecil, di mana para programmer bisa melakukan upaya-upaya penguatan server dan pencegahan apabila terjadi serangan cyber. Lebih lanjut ia mengatakan, untuk kategori penetration test misalnya, peserta bisa menggunakan teknik-teknik untuk dapat membobol server lawan dan mencari celah untuk dapat memasuki server itu, sementara capture the flag, mengambil bendera atau berhasil menduduki server lawan serta forensik, melakukan penelusuran atau pelacakan.
Menurutnya, diperlukan kompetisi semacam ini agar dapat menumbuhkan serta meningkatkan skill bagi para programmer di Tanah Air. Kompetisi yang baru pertama diselenggarakan di tahun ini rencananya akan diadakan setiap tahun, peserta yang berpartisipasi boleh dari kalangan umum atau ahli dalam bidang IT maupun programmer dan berusia di atas 18 tahun.
Nantinya, ia melanjutkan, pemenang akan memperoleh kesempatan sebagai delegasi negara untuk kompetisi serupa bertaraf internasional. "Ada (nominasi) The Best. Mereka bisa jadi delegasi ke tingkat asia pasifik. Dari kegiatan-kegiatan yang diadakan ID-SIRTII juga akan kami libatkan," tuturnya.
Kompetisi Jawara Cyber Indonesia yang pertama kali diadakan, serta seminar dengan tajuk "Kesiapan Menghadapi Tantangan Keamanan Internet" oleh ID-SIRTII yang bekerja sama dengan HUAWEI ini, bertujuan meningkatkan awareness terhadap keamanan cyber.
"Dunia cyber berkembang pesat, ada peningkatan value yang juga bisa meningkatkan ancaman cyber," tambahnya. Menurutnya, ID-SIRTII tidak hanya menggelar seminar untuk mensosialisikan pentingnya keamanan cyber, tetapi juga akan ada kompetisi serupa untuk tingkat regional atau daerah di Indonesia. Sehingga dengan acara seperti ini, sharing knowledge akan dapat terwujudkan.
(Fetra Hariandja)