Kendaraan Roda Tiga, Solusi Ekonomis Pengganti Pikap

Prasetyo Adhi, Jurnalis
Senin 08 Februari 2010 11:58 WIB
(foto: prasetyo/okezone.com)
Share :

JAKARTA- Melihat para produsen motor China yang masuk ke segmen kendaraan roda tiga cukup unik. Dengan banderol harga lebih murah, kendaraan tersebut tentu jadi solusi ekonomis pengganti mobil pikap.

Lihat saja misalnya PT Triangle Motorindo (TM) yang melepas Viar roda tiganya dengan harga mulai Rp16 jutaan.

Bila membandingkan dengan mobil pikap termurah sekalipun, harga roda tiga Viar yang diberi nama "Karya" ini pasti jauh di bawah pikap. Meski demikian kemampuannya tidak boleh dianggap remeh.

Dibekali mesin 150 cc, Karya mampu mengangkut beban hingga 750 kg. "Yang dianjurkan 500 kg, tapi kalau sewaktu-waktu harus menampung 750 kg bisa-bisa saja," ungkap Marketing Division Head TM Ahmad Zafitra Dalie ketika berbincang dengan okezone akhir pekan kemarin.

Daya angkut itu tentu pas jika digunakan sebagai kendaraan angkutan berskala kecil. Misalnya sebagai kendaraan pengangkut galon air mineral, gas berukuran 3 Kg, atau bahkan pupuk dan hasil panen petani.

Sebab, dengan mesin berkapasitas 150 cc, kendaraan roda tiga ini pasti jauh lebih hemat dalam urusan biaya operasional dibandingkan mobil pikap. "Daripada pakai pikap, bensin lebih boros, kalau rusak juga harga suku cadangnya lebih malah, kalau roda tiga kan pakai suku cadang motor bisa," tambah Dalie.

Bahkan agar lebih mencangkup pemintaan konsumen yang makin beragam, TM juga berencana mengeluarkan Karya dengan kapasitas silinder mencapai 200 yang berteknologi water cooler. "Jadi sudah seperti mobil tapi mesinnya motor, baknya juga kita buat lebih lebar," kata Dalie.

Uniknya, apa yang dilakukan para produsen Tiongkok ini tidak diikuti pabrikan Jepang. Lihat saja, pemain di segmen kendaraan roda tiga cuma diisi merek-merek seperti Fukuda, Tossa, Kaisar, dan Karya. Tidak ada Honda, Yamaha, Suzuki, mapun Kawasaki.

Dengan harga yang mirip sepeda motor lansiran Jepang, kendaraan roda tiga negeri Panda tersebut juga bisa mengangkut barang yang lebih banyak dan juga lebih aman dari resiko kecelakaan karna terjatuh. Artinya, lebih hemat dari motor dan mobil pikap.

Toh di daerah-daerah terpencil seperti pedesaan, kendaraan seperti ini lebih cocok digunakan. Karena bila ingin mengangkut lima karung hasil panen dari area persawahan ke pasar yang jaraknya hanya ratusan meter, tentu pilihan menggunakan kendaraan semacam ini jadi alternatif yang bijak demi menekan biaya operasional.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya