GENEVA - Organisasi kesehatan dunia WHO ingin tetap memonitor penyebaran virus flu H1N1 sebelum memproduksi vaksin bagi virus mematikan tersebut.
"Kami sedang dalam proses awal pengembangan vaksin," kata Direktur Asisten Umum WHO, Keiji Fukuda, seperti yang dilansir oleh Reuters, Rabu (27/5/2009).
"Penelitian tentang virus ini masih terus berlangsung hingga akhir Juni atau Juli tahun ini. Setelah itu barulah kami akan menentukan perusahaan obat mana yang akan mengembangkan dan menguji vaksin H1N1," tambahnya.
Menurut Fukuda, WHO tidak ingin memberi rekomendasi terlalu dini karena sampai saat ini pihaknya masih mengawasi bagaimana situiasi pandemik flu ini terus berkembang.
"Kita masih dalam tahap awal dari pandemik ini dan kami harus mengawasi bagaimana penyakit ini berkembang," kata Fukuda.
Minggu lalu WHO telah memutuskan untuk memperbaharui enam poin penting penanda skala peringatan terjadinya pandemik. Hal ini dimaksudkan tak hanya untuk merefleksikan cara penyebaran virus namun juga menjelaskan dengan gamblang betapa jahatnya perputaran virus itu.
Fukuda mengatakan dalam dua minggu ini United Nations agency berencana mengadakan rapat dengan para ahli kesehatan masyarakat dan ilmuwan. Pertemuan ini nantinya akan menawarkan saran dan solusi mengenai bagaimana mengatur ketentuan definisi pandemik.
Saat ini WHO masih menetapkan status pandemik pada Fase 5, artinya pandemik ini akan segera merebak ke seluruh dunia dan memakan lebih banyak korban.
"Menurut kami tingkat pandemik cukup diposisikan pada Fase 5. Jika tingkat kewaspadaan dinaikkan menjadi Fase 6 akan ada banyak risiko yang bisa menghadang," kata Fukuda.
Fukuda mengatakan, jika sampai tingkat kewaspadaan dinaikkan menjadi Fase 6 akan berdampak pada kepanikan secara global. Hal ini akan mengakibatkan pemonitoran yang dilakukan WHO selama ini tidak fokus dan sia-sia.
(Sarie )