JAKARTA - Bakrie Telecom (Btel) menyatakan telah menyerahkan jaminan pelaksanaan (performance bond) kepada pemerintah sebagai jaminan pelaksanaan pembangunan.
"Kami telah menyerahkan jaminan pelaksanaan dan sekarang sedang mendiskusikan izin principal. Saya lupa tanggal kami menyerahkan performance bond tersebut. Yang jelas, kami telah memenuhi kewajibannya, dan sekarang sedang masuk pembahasan ijin principal," ujar Direktur Corporate Services Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi, saat ditemui di Wisma Bakrie 2, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2009).
Seusai kesepakatan BTel akan mendapatkan izin principal tanggal 23 Januari 2009, setelah memenuhi performance. Menurut Rakhmat, izin principal itu akan membahas pembagian kode akses dan wilayah kota yang akan medapatkan layanan Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ).
Setelah mendapatkan izin principal maka Btel baru akan mendapatkan izin penyelenggaraan. Btel mengaku ingin secepatnya mendapatkan izin penyelenggaraan. Pasalnya, lisensi SLJJ memudahkan Btel untuk memberikan layanan ke masyarakat karena tidak perlu transit lagi ke operator lain. Saat ini Btel memiliki lisensi FWA, SLJJ dan SLI.
Sayangnya, Rakhmat enggan untuk menyebutkan nilai anggaran yang akan dialokasikan untuk SLJJ. Namun seperti yang telah diketahui, Capex BTel selama 3 tahun untuk 2008, 2009, dan 2010 mencapai USD600 juta yang akan dipergunakan untuk perluasan daerah, peningkatan kapasitas dan layanan. Dana tersebut akan bersumber, masing-masing, USD300 juta dari right issue, USD150 juta dari vendor financial dan USD150 juta lagi dari internal Bakrie. Untuk tahun 2009, Capex yang digelontorkan sebesar USD200 juta.
Sementara itu untuk lisensi SLI, Bakrie telah mendapatkan sertifikasi ULO dan menunggu sertifikasi penyelenggaran, biasanya setelah mendapat lisensi ULO, sertifikasi penyelenggaraan akan keluar dalam waktu dua minggu.
"Mudah-mudahan Februari sudah dapat diselenggarakan. Sesuai dengan SGI (sentra gerbang internasional) maka baru Jakarta dan Batam, Anggaran untuk SLI, USD25 juta untuk lima tahun, yang merupakan bagian dari anggaran Capex," ujar Rakhmat.
(Sarie )