EA menyatakan akan menata ulang prioritas investasi pada waralaba-waralaba utamanya yang mencakup genre shooter, olahraga, dan aksi-petualangan. Ini termasuk Battlefield, Apex Legends, gim Star Wars Jedi berikutnya, serta dua proyek EA Sports baru—salah satunya adalah gim American Football dunia terbuka yang mengedepankan aspek sosial (dengan nama kode “Project Gridiron”) dan satu judul baru dalam seri gim tinju Fight Night.
Dua studio EA—Respawn dan DICE—akan berkolaborasi dalam sebuah proyek mendatang yang akan memperluas portofolio gim shooter perusahaan, di samping pengembangan judul-judul Battlefield di masa depan. Untuk genre aksi-petualangan, EA menyatakan akan lebih berfokus pada jumlah proyek berskala besar yang lebih sedikit agar setiap proyek benar-benar "dipersiapkan untuk meraih kesuksesan".
Selain itu, perusahaan mengonfirmasi penghentian pengembangan Project Lotus—judul The Sims versi multiplayer untuk perangkat seluler—guna memusatkan upaya pada Project Evergreen, yang diperkirakan akan menjadi penerus The Sims 4.
Langkah pengurangan ini dilakukan EA hanya berselang dua bulan setelah perusahaan tersebut merampungkan akuisisi oleh konsorsium yang terdiri dari Public Investment Fund Arab Saudi, firma ekuitas swasta Silver Lake, dan perusahaan investasi Amerika Affinity Partners, yang sekaligus mengubah status EA menjadi perusahaan tertutup. Akuisisi ini dilakukan melalui kesepakatan leveraged buyout (pembelian dengan utang) yang memecahkan rekor, dengan nilai mencapai USD55 miliar.
Namun, sebagai bagian dari akuisisi tersebut, EA juga menanggung utang sebesar USD20 miliar yang berasal dari pendanaan yang disediakan oleh JPMorgan. Sebelum akuisisi rampung, utang non-konvertibel EA yang jatuh tempo pada tahun 2026 tercatat sebesar USD1,485 miliar.