Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perusahaan China Perkenalkan Mecha Berawak Pertama di Dunia, Dibanderol Rp10 M

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2026 |13:15 WIB
Perusahaan China Perkenalkan Mecha Berawak Pertama di Dunia, Dibanderol Rp10 M
Unitree GD01 menjadi mecha berawak pertama di dunia yang siap diproduksi. (Foto: Unitree Robotics)
A
A
A

JAKARTA – Perusahaan asal China, Unitree, memperkenalkan robot humanoid raksasa yang dapat dipiloti manusia layaknya mecha dalam film dan animasi fiksi ilmiah. Robot ini diklaim menjadi mecha berawak pertama di dunia yang diproduksi dan dioperasikan secara nyata.

Diwartakan Global Times, CEO Unitree Robotics, Wang Xingxing, memperkenalkan mecha GD01 dengan duduk langsung di dalam kokpit robot setinggi 2,7 meter tersebut. Dari dalam kendali, Wang menggerakkan mesin berat itu ke depan dan mengerahkan lengan mekaniknya untuk menghancurkan dinding dengan mudah.

Diperkenalkan pada Selasa (12/5/2026), GD01 dapat bertransformasi dari robot bipedal (berjalan dua kaki) menjadi robot yang berjalan dengan empat kaki. Mecha futuristik ini dibanderol dengan harga referensi awal sebesar RMB 3,9 juta atau sekitar Rp10,07 miliar.

Tak mengejutkan, robot ini langsung viral di media sosial China maupun luar negeri. Para warganet memuji terobosan rekayasa ini sebagai momen nyata di mana "fiksi ilmiah menjadi kenyataan."

"Bagaimana mereka bisa menciptakan mesin seperti ini? Rasanya seperti menonton Transformers di kehidupan nyata," tulis seorang pengguna Weibo, sementara yang lain berkomentar, "Wow! Akhirnya kita punya Gundam sungguhan sekarang!"

Menurut Unitree, GD01 memiliki berat sekitar 500 kg (termasuk pilot di dalamnya) dan mampu beroperasi sebagai kendaraan sipil. Hal ini memosisikan mecha berawak tersebut sebagai terobosan baru dalam kategori kendaraan personal. Namun, harga RMB 3,9 juta yang dipatok saat ini disebut masih bersifat referensi dan berpotensi berubah.

"Versi produksi akhir mungkin masih akan disesuaikan, tergantung pada optimalisasi kinerja," ujar Huang Jiawei, staf pemasaran di Unitree Robotics, kepada Global Times.

Huang mengakui bahwa harga GD01 saat ini masih sangat tinggi. Optimalisasi fungsi lebih lanjut serta pengurangan biaya produksi masih membutuhkan waktu setelah peluncuran awal produk ini. “Produk ini masih merupakan generasi pertama, dan memang masih banyak ruang untuk pengembangan lebih lanjut,” tambah Huang.

 

Ia menjelaskan bahwa produk Unitree terutama ditujukan untuk mengubah cara manusia bekerja, misalnya penggunaan robot di lingkungan yang keras dan berisiko tinggi.

China sendiri telah menjadi pasar robot industri terbesar di dunia selama bertahun-tahun menurut Federasi Robotika Internasional (IFR). Negeri Tirai Bambu tercatat memiliki 964 perusahaan terkait robot humanoid menurut data April 2026, sementara permohonan paten di sektor ini mencapai 1.174 pada tahun 2025, meningkat 89,7 persen dari tahun sebelumnya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement