JAKARTA - Limbung atau body roll pada mobil adalah keadaan saat mobil akan terasa seperti melayang saat digunakan pada kondisi jalan tertentu, seperti jalan berlubang, tikungan, tanjakan dan turunan, serta perjalanan jauh terutama dengan kecepatan tinggi.
Penyebab utama mobil limbung, termasuk pada Toyota Avanza, terjadi saat melintas adalah kondisi suspensi bertemu dengan gaya sentrifugal yang besar. Akan tetapi, ada beberapa faktor lainnya yang menimbulkan limbung pada mobil saat berkendara.
Melansir dari laman auto2000.co.id, Rabu (26/6/2024), ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan mobil Avanza limbung saat melintas :
Shock absorber yang lemah
Penyebab mobil limbung pertama adalah kondisi shock absorber yang lemah. Shock absorber sendiri berfungsi untuk meredam gerakan osilasi pada mobil ketika melintas jalan yang bergelombang, berlubang, maupun tidak rata.
Kurangnya Tekanan Angin Ban
Sebelum melakukan perjalanan menggunakan mobil, pastikan tekanan angin pada ban dalam kondisi yang cukup. Kurangnya tekanan angin pada ban akan menimbulkan pengalaman berkendara yang kurang nyaman dan cengkraman ban pada tidak lagi dalam kondisi sempurna. Hal ini akan menciptakan mobil limbung saat melewati tikungan dan mendahului kendaraan lain dengan kecepatan tinggi.
Karet Suspensi Aus
Selain shock absorber, karet bushing suspensi berfungsi sebagai bagian yang meredam getaran pada sambungan komponen suspensi dengan logam. Karet bushing suspensi yang sudah aus akan mempengaruhi kondisi mobil saat digunakan pada kondisi jalan tertentu dan saat berbelok, akibatnya mobil akan limbung. Hal ini dikarenakan kondisi karet bushing suspensi sudah longgar dan perubahan pada sudut kemudi menjadi teratur.
Dari faktor-faktor limbung pada mobil, anda perlu mengetahui cara mengatasi limbung saat mobil sedang jalan. Ada beberapa cara mengatasi terjadinya limbung. Untuk menghindari kondisi mobil limbung terjadi, Anda dapat melakukan beberapa cara, sebagai berikut :
Balancing dan Spooring
Balancing dan spooring adalah perawatan yang dilakukan pada kedudukan serta keseimbangan roda mobil agar sesuai dengan setelan pabrik. Pastikan Anda melakukan perawatan balancing dan spooring secara berkala untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara. Disarankan untuk melakukan perawatan ini setiap mobil mencapai jarak tempuh 10.000 km hingga 20.000 km.
Cek Ban
Selalu rutin melakukan pengecekkan kondisi ban secara keseluruhan. Dalam hal ini, Anda dapat mengecek tekanan angin, ketebalan ban, suspensi, hingga sambungan antar ban agar ban mobil selalu prima dan mobil dapat berjalan dengan aman.
Apabila melakukan pemasangan roda mobil saat mengalami kebocoran atau permasalahan ban lainnya, pastikan untuk memasang roda sesuai dengan arah putar yang tertera pada dinding ban. Isi tekanan angin ban dengan ukuran yang sesuai dengan anjuran.
Rotasi Ban
Rotasi ban setiap mobil mencapai jarak tempuh tertentu.
Kurangi Kecepatan
Limbung bisa jadi salah satu tanda bahwa Anda telah melebihi batas aman berkendara. Untuk itu kurangi kecepatan dan fokus pada jalan di depan.
(Erha Aprili Ramadhoni)