Menurut Dimas, Dekoruma menggunakan AI untuk memudahkan pelanggan memilih desain seperti apa yang mereka inginkan.
“Dari pada desainer capek-capek buat sketsa, yang mungkin menghabiskan setengah jam, dengan AI, hanya prompting , satu menit sudah ada,” kata Dimas.
Dari hasil prompting AI tersebut, pelanggan bisa mengetahui desain seperti apa yang tidak mereka inginkan, sehingga mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan bagi desainer.
“Di situ AI sangat berfungsi sekali, tetapi tidak akan pernah bisa menggantikan desain yang sebenarnya,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)