JAKARTA - Oli gardan motor matic yang telah terkontaminasi bisa membuat kinerja mesin menjadi terganggu. Seiring berjalannya waktu dan lamanya pengoperasian kendaraan matic, tingkat kekentalan pada oli gardan juga akan semakin berkurang dan terkontaminasi.
Bila hal ini terjadi, ini menjadi pertanda oli gardan motor matic habis dan harus segera diganti.
Ada empat ciri oli gardan motor matic perlu diganti. Berikut ulasannya, dikutip dari laman Wahana Honda, Kamis (11/4/2024) :
1. Suhu Meningkat
Ciri yang menandakan bahwa oli gardan motor matic habis adalah ketika motor mengalami overheating. Ini disebabkan gardan tidak mendapat pelumasan dengan baik.
Akibatnya, timbul gesekan antara komponen yang ada pada gardan tersebut sehingga meningkatkan suhu sampai overheating.
2. Bearing Gardan Goyang
Dampak telat mengganti hingga menyebabkan oli gardan motor matic habis bisa memicu kerusakan pada beberapa bearing yang ada di dalam gardan.
Salah satunya adalah bearing gardan pada box CVT yang berfungsi untuk menyelaraskan putaran mesin motor matic dan pulley bagian depan.
Kondisi bearing gardan yang goyang atau rusak bisa ditandai dengan munculnya suara yang kasar seiring dengan kian meningkatnya laju motor matic saat dipacu.
3. Tercium Bau
Saat dinyalakan, motor matic mengeluarkan bau tak sedap? Bisa jadi oli gardannya habis atau sudah terlalu kotor. Jika sudah seperti ini, jangan ditunda lagi, segera bawa ke bengkel resmi terdekat untuk mengganti oli gardan.
4. Oli Keluar dari Gardan
Ciri terakhir jika oli gardan sudah benar-benar habis adalah ketika terlihat adanya tanda-tanda kebocoran oli di bagian gardan, seperti munculnya oli yang keluar di sekitar gardan atau di bagian bawah motor.
Sebagai pemilik motor, sebaiknya jangan lalai untuk mengecek kondisi kendaraan. Jangan biasakan menunggu motor sampai mengeluarkan suara berisik dan bergetar yang menandakan oli gardan motor matic habis.
Segera lakukan pengisian ulang secara mandiri atau atau ganti oli gardan ke bengkel. Pastikan melakukan pemeriksaan sekaligus perawatan motor berkala agar seluruh fitur dan komponen sepeda motor termasuk ban tetap bisa bekerja secara optimal.
(Erha Aprili Ramadhoni)