Recall ini dilakukan setelah investigasi selama 2 tahun yang dilakukan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS. Itu dilakukan terhadap serangkaian kecelakaan, yang beberapa di antaranya mematikan, akibat kemudi otomatis sebagian sedang digunakan.
Dari hasil investigasi NHTSA, ditemukan sistemnya rusak ketika digunakan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, diperlukan pembaruan sistem agar bisa kembali berfungsi normal tanpa adanya gangguan.
Peningkatan tersebut juga dimaksudkan agar pengemudi yang menggunakan sistem Autopilot lebih memperhatikan jalan. Dokumen yang diajukan Tesla kepada pemerintah AS mengatakan perubahan perangkat lunak akan meningkatkan peringatan dan imbauan kepada pengemudi untuk tetap memegang kemudi.
Namun, penelitian yang dilakukan oleh NHTSA, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, dan peneliti lainnya, menunjukkan bahwa hanya mengukur torsi pada kemudi tidak menjamin pengemudi memberikan perhatian yang cukup.
(Erha Aprili Ramadhoni)