Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertama Sejak 2015 Tesla Digusur sebagai Penjual Mobil Listri Terbanyak

Wahyu Sibarani , Jurnalis-Rabu, 03 Januari 2024 |20:45 WIB
Pertama Sejak 2015 Tesla Digusur sebagai Penjual Mobil Listri Terbanyak
BYD berhasil gusur Tesla sebagai penjual mobil listrik terbanyak di kuartal keempat 2023. (Foto: BYD)
A
A
A

JAKARTA - Pemberitaan tentang BYD mungkin tidak segencar informasi tentang Tesla. Tapi fakta di lapangan memperlihatkan BYD berhasil mengalahkan Tesla dari sisi penjualan dan produksi mobil listrik sepanjang 2023.

BYD disebut telah melewati penjualan mobil listrik Tesla di kuartal keempat tahun 2023. "BYD berhasil menjual sebanyak 525.409 unit mobil listrik. Sementara Tesla hanya menjual sebanyak 484.507," sebut CNN. Padahal, sebelum kuartal keempat, Tesla masih memimpin penjualan dengan 1,8 juta unit.

BYD yang hanya menjual sebanyak 1,57 juta mobil listrik di periode sama. Hanya saja di menit-menit terakhir kuartal keempat, terjadi perubahan komposisi penjualan yang menarik. Perusahaan milik Elon Musk itu hanya melepas 484.50 mobil listrik sedangkan BYD 525.409.

Angka tersebut sebenarnya memang masih belum menyamai penjualan Tesla di 2023. Hanya saja BYD masih punya senjata lainnya yakni mobil hybrid. Penjualan varian lain mobil elektrifikasi itu mencapai 942.651 unit.

Sehingga, jika digabungkan denga penjualan mobil listrik yang dicapai BYD, maka total penjualannya tembus tiga juta unit. "Untuk pertama kalinya Tesla dikalahkan sejak mereka berhasil mendepak Nissan sebagai penjual mobil listrik terbesar di dunia pada 2015," tulis Drive.

Keberhasilan BYD mengalahkan penjualan Tesla disebut sebagai simbol kebangkitan industri mobil listrik China. Dukungan pemerintah China membuat merek-merek mobil listrik dari negara tersebut menduia. Mobil-mobil China bahkan tidak sungkan masuk dan mengganggu pasar otomotif di wilayah Eropa.

Mereka berani adu kuat dengan merek-merek mobil Eropa yang sudah lebih dulu mapan. Kondisi tu sendiri terjadi karena China memang sudah memiliki target khusus. Mereka menetapkan pada 2025 setidaknya 20 persen mobil baru yang dijual mobil dengan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV). Pada tahun 2035, China berharap mobil energi baru itu akan mencapai penjualan terbesar.

“China kini memimpin dalam produksi dan meningkatkan keunggulan komparatifnya, mengandalkan pasar domestiknya yang besar dan keunggulan sebagai penggerak pertama,” tulis analis dari Natixis Asia.

(Maruf El Rumi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement