Menurut ahli matematika dan ilmuwan komputer Hassan Ugail dari Universitas Bradford di Inggris menyebut dengan penggunaan AI, komputer dapat melihat jauh lebih dalam daripada mata manusia, hingga tingkat mikroskopis. Sehingga karakteristik lukisan bisa diketahui.
"Dengan menggunakan analisis fitur yang mendalam, kami menggunakan gambar lukisan Raphael yang diautentikasi untuk melatih komputer mengenali gayanya hingga tingkat yang sangat detail, mulai dari sapuan kuas, palet warna, bayangan, dan setiap aspek karya tersebut,” kata Hassan Ugail.
Tim peneliti kemudian memodifikasi arsitektur terlatih yang dikembangkan Microscoft yang disebut ResNet50, ditambah dengan teknik pembelajaran mesin tradisional yang disebut Support Vector Machine. "Metode itu terbukti memiliki tingkat akurasi 98 persen dalam mengidentifikasi lukisan Raphael," tambah Hassan.
Saat dilakukan pengujian della Rosa secara keseluruhan, hasilnya tidak meyakinkan. "Jadi, kemudian kami menguji masing-masing bagian dan sementara gambar lainnya dikonfirmasi sebagai Raphael, wajah pria di lukisan yang muncul kemungkinan besar bukan dirinya," ujar Hassan.
(Maruf El Rumi)