Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keamanan Data Perusahaan Hadapi Tantangan Baru di Indonesia

Imantoko Kurniadi , Jurnalis-Sabtu, 25 November 2023 |09:37 WIB
Keamanan Data Perusahaan Hadapi Tantangan Baru di Indonesia
Iustrasi server. (Doc. Freepik)
A
A
A

 

JAKARTA - Dalam era transformasi digital, kebutuhan bisnis terus berkembang di Indonesia, tidak dari pengelolaan data saja tapi juga pada akses yang cepat dan aman.

Meningkatnya ancaman keamanan siber dan kebutuhan untuk mematuhi regulasi yang ketat, juga menjadi fokus utama bagi perusahaan-perusahaan lokal.

Penyimpanan dan pencadangan data dengan network-attached storage (NAS) menjadi pilihan mekanisme sebagian besar perusahaan untuk kolaborasi file, manajemen video, dan infrastruktur jaringan.

 BACA JUGA:

Semuanya dirancang dengan menyediakan platform terpusat untuk menyederhanakan kinerja IT serta mendorong transformasi digital untuk bisnis.

“Ini menegaskan bahwa solusi kami sangat relevan dan vital dalam memenuhi kebutuhan dinamis dunia bisnis di Indonesia,” ujar Clara Hsu, Regional Manager Synology untuk Indonesia, dikutip Sabtu (25/11/2023).

Penerapan server Synology di Indonesia, menurut Clara, meningkat dua kali lipat setiap tahun. Itu terwujud karena terdapat berbagai pilihan penyimpanan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan bisnis dari berbagai skala, yang terintegrasi dengan manajemen data canggih.

Sebagai contoh, aplikasi penyimpanan terpusat, Synology Drive untuk akses data jarak jauh yang aman dan efisien, serta Synology Office untuk memenuhi kebutuhan produktivitas bisnis.

 BACA JUGA:

“Kami menyadari bahwa bisnis di Indonesia tidak hanya memerlukan penyimpanan data yang aman dan dapat diandalkan, tetapi juga solusi yang dapat mengatasi berbagai tantangan IT di berbagai sektor bisnis,” kata Clara.

Penyimpanan Data yang Berbeda Solusi Synology menjadi alternatif pilihan di kalangan bisnis di Indonesia, tanpa memandang ukuran atau sektor industri.

Berbagai industri di Indonesia membutuhkan teknologi solusi yang aman dari serangan siber, termasuk media, manufaktur, keuangan, dan sektor kesehatan.

Sebagai catatan, Kaspersky, perusahaan keamanan siber, mengindetifikasi 11.969 file berbahaya yang menargetkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia sepanjang paruh pertama 2023. File berbahaya tersebut meningkat tajam dan berhasil diblokir.

Tidak hanya itu Kaspersky mendeteksi sebanyak 839 file unik yang didistribusikan dengan cara melumpuhkan perangkat yang memerlukan perbaikan atau penggantian mahal.

Malware juga memberi kesempatan bagi penyerang untuk mengakses dan mencuri data, sehingga membahayakan pelanggan dan karyawan. Adapun untuk serangan ini, jumlah ini meningkat 123,73 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 375.

(Imantoko Kurniadi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement