JAKARTA – Konflik Israel-Palestina membuat masyarakat turut andil dalam memboikot perusahaan yang mendukung Israel serta produk-produk asal AS dan Israel. Salah satu di antara perusahaan yang mendukung Israel adalah Microsoft. Benarkah Microsoft mendukung Israel?
Microsoft sendiri merupakan perusahaan multinasional asal AS yang berpusat di Washington. Dalam perkembangan teknologi, Microsoft sangat berjasa dalam mengembangkan berbagai produk dan jasa untuk perangkat lunak komputer. Di antaranya adalah Microsoft Word, Excel, PowerPoint, Teams, Outlook, OneNote, OneDrive, serta layanan aplikasi lainnya.
Microsoft sangat melekat bagi kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama para pekerja, mahasiswa, atau pun aktivitas lainnya yang membutuhkan aplikasi dari Microsoft.
Sekitar bulan Oktober lalu, CEO Microsoft menyatakan dukungannya terhadap Israel setelah serangan Hamas terhadap negara tersebut. Dilansir dari Geek Wire pada Rabu (1/11/2023), CEO Microsoft, Satya Nadella mengungkapkan pernyataan terkait patah hatiannya atas serangan mengerikan terhadap Israel dan konflik yang meningkat.
“Saya turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada semua korban tewas dan terkena dampaknya. Fokus kami tetap pada memastikan keselamatan karyawan kami dan keluarga mereka,” tambahnya.
Bersamaan dengan itu, Kathleen Hogan, Wakil Presiden Eksekutif dan Chief Human Resource Officer Microsoft beserta tim pimpinan senior juga membagikan pesannya dalam blog Microsoft.
“Kami memiliki hampir 3.000 karyawan di Israel yang terkena dampak langsung. Kami memiliki karyawan Yahudi di seluruh dunia yang juga mengalami kesedihan, ketakutan, dan kecemasan seiring meningkatnya kebencian dan fitnah. Kami memiliki karyawan Palestina di seluruh dunia yang sangat prihatin terhadap keselamatan orang-orang yang mereka cintai di wilayah tersebut dan menentang tindakan terorisme ini,” tulis Kathleen Hogan.
Konflik tersebut dapat berdampak pada perusahaan-perusahaan teknologi di Israel, baik karena para pekerja teknologi Israel akan berada di garis depan atau karena perusahaan-perusahaan AS mempunyai kantor besar di sana.
Dari sumber yang sama, sebagian besar karyawan Microsoft di Israel bekerja pada penelitian dan pengembangan keamanan siber. Microsoft memiliki kantor-kantor penelitian dan pengembangan di Herzliya, Haifa, dan Nazareth, Israel.
Sejak serangan Hamas pada Israel pada Sabtu (7/10/2023), banyak tim Microsoft termasuk Tim Manajemen Krisis turut berupaya membantu karyawan mereka. Tim pimpinan senior Microsoft juga berhubungan langsung dengan para pemimpin lokal Israel serta komunitas karyawan mereka di sana untuk memberikan dukungan dalam membantu karyawan dan keluarga mereka.
Mengingat layanan Microsoft sangat berpengaruh pada pekerjaan yang dilakukan sehari-hari tampaknya akan sangat sulit jika tidak menggunakan aplikasi dari Microsoft tersebut. Setelah mengetahui bagaimana Microsoft mendukung Israel, apakah Anda akan ikut serta dalam pemboikotan Microsoft? (Taja Aurora Bianca)
(Saliki Dwi Saputra )