Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duka di Balik Lirik dan Arti Lagu Atuna Tufuli yang Viral

Maruf El Rumi , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2023 |17:26 WIB
Duka di Balik Lirik dan Arti Lagu Atuna Tufuli yang Viral
Duka anak Palestina yang jadi korban serangan Israel. (Foto: Reuters)
A
A
A

LAGU A’tuna Tufuli sedang viral di media sosial terutama di reels instagram dan TikTok di tengah perang pejuang Hamas dan Israel. Lagu tersebut menjadi penggambaran duka bagaimana perang akan selalu menjadikan anak anak sebagai korban.

Lagu ini menjadi backsound dari duka dari anak anak Palestina yang menjadi korban serangan dari Israel. Duka akan langsung terasa melihat bagaimana anak anak meninggal, terluka atau wajahnya penuh, bergetar menahan takut, dan berlinang air mata karena serangan diarahkan ke area sipil.

Padahal A’tuna Tufuli sebenarnya bukan lagu asli Palestina. Lagu ini merupakan karya Remi Bandali (1982), seorang penyanyi asal Lebanon. Tapi, kisah dalam lagu ini mewakili bagaimana perasaan anak anak Palestina, Lebanon yang kehilangan masa kecilnya karena perang. 

Sejak kecil Bandali sudah menjadi penyanyi terkenal karena ayahnya juga seorang penyanyi dan produsen musik. Bandali bahkan sudah memiliki 70 lagu sepanjang kariernya. 

Menurut Hermawati Putri Dian Insani dalam tulisan berjudul Fakta Sosial Perang Lebanon Tahun 1982 dalam Lagu A'Tuna Tufuli Karya Remi Bandal: Analisis Semiotik Riffaterre yang dibuat di Jurnal CMES Volume XIV, Remi Bandali mengenalkan lagu A’tuna Tufuli di teater Internasional pada 1982.

Lagu tersebut mendapatkan respon baik dari masyarakat Lebanon, khususnya anak-anak dan diterjemahkan dalam tiga bahasa: Arab, Inggris dan Perancis. "Ia membangkitkan semangat baru bagi anak-anak Palestina dan Lebanon yang terdampak oleh perang yang terjadi di negaranya. Hal tersebut menjadikan nama dan lagu ini semakin dikenal di penjuru dunia," tulis Hermawati.

 Lirik dan Terjemahan Lagu A’tuna Tufuli berdasar tulisan Hermawati Putri Dian Insani

جينا نعيدكم

Jeena Na’aidkum

“Kami datang mengucapkan selamat liburan”

ابلعيد منسألكم

Bil ‘Eidi Minsaalkum

“Selama pengucapan itu, kami bertanya kepada kalian”

ليس مايف عنا

Leys Ma Fi ‘Enna

“Mengapa tidak ada di tempat kami”

ال أعياد وال ذينة

La A’ya wa La Zeinah

“Tidak ada perayaan dan dekorasi”

اي عامل ..

Ya ‘Alam..

“Wahai Dunia”

أرض حمروقة

Ardi Mahruah

“Tanahku terbakar”

أرض حرية مسرقة

Ardi Huriyyeh Masruah

“Tanahku dicuri kebebasannya”

مساان عم حتلم

Samana ‘Am Tahlam

“Langit kami sedang bermimpi”

عم تسأل األايم

‘Am tas’alil Ayyam

“Dan sedang bertanya pada hari-hari”

و أين الشمس احللوة

Wainasy Syamsal Helwah

“Dimana matahari yang Indah”

ورفوف احلمام

Wa rufufil Hammam

“Dan hempasan sayap-sayap burung Merpati”

اي عامل ..

Ya ‘Alam

“Wahai Dunia”

أرض حمروقة

 Ardi Mahruah

 “Tanahku terbakar”

رض حرية مسرقة

 Ardi Huriyyeh Masruah

 “Tanahku dicuri kebebasannya”

أرض صغرية ، مثلي صغرية

 Ardi Sogereh, Mitsli Sogereh

 “Tanahku yang kecil, seperti diriku yang kecil”

 أعطوان السالم

 A’tunas Salam

 “Berikanlah kami kedamaian”

أعطوان الطفولة ..

 A’tuna Tufuleh...

 “Berikanlah masa kecil kami”

أعطوان الطفولة ..

 A’tuna Tufuleh...

 “Berikanlah masa kecil kami”

أعطوان الطفولة ..

 A’tuna Tufuleh...

 “Berikanlah masa kecil kami”

أعطوان الطفولة ..

A’tuna Tufuleh...

“Berikanlah masa kecil kami”

أعطوان ، أعطوان ، أعطوان السالم

A’tuna, A’tuna, A’tunas Salam

“Berikanlah, berikanlah, berikanlah kami kedamaian”

(Maruf El Rumi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement