Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Temukan Bukti Ledakan Matahari yang Hantam Bumi

Redaksi , Jurnalis-Senin, 16 Oktober 2023 |15:22 WIB
Ilmuwan Temukan Bukti Ledakan Matahari yang Hantam Bumi
Ilmuwan temukan ledakan Matahari yang hantam bumi (Foto: Istimewa)
A
A
A

WASHINGTON DC - Matahari mampu menghasilkan ledakan yang dahsyat. Untungnya, medan magnet dan atmosfer Bumi dapat melindungi manusia dari radiasi matahari semacam ini. Namun, ledakan matahari memiliki kekuatan untuk merusak atau bahkan memusnahkan teknologi, termasuk jaringan komunikasi dan listrik.

Para ilmuwan telah menemukan bukti badai matahari terbesar yang pernah diidentifikasi terjadi pada 14.300 tahun yang lalu. Penemuan ini menjadi peringatan keras bagi masa depan teknologi.

Badai dengan skala yang sangat besar itu disebut dengan “Peristiwa Miyake”, yang terjadi ketika matahari menembakkan sejumlah besar energi dan partikel matahari ke luar angkasa ke arah atmosfer Bumi. Pada akhirnya, ledakan matahari menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam radiokarbon, sebuah elemen yang tersimpan dalam cincin pohon di Bumi.

Jika dibandingkan dengan data analog yang ditemukan di inti es dalam Greenland, para peneliti menunjukkan bukti kuat adanya ledakan matahari yang sangat besar. Penelitian ini dirilis dalam jurnal ilmiah Philosophical Transactions A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences, yang diterbitkan oleh The Royal Society.

Melansir dari Mashable, Senin (16/10/2023), Tim Heaton, profesor Statistika Terapan di School of Mathematics di University of Leeds mengatakan, “Badai matahari yang ekstrem bisa berdampak besar pada Bumi. Badai super seperti itu dapat merusak transformator di jaringan listrik kita secara permanen, mengakibatkan pemadaman listrik yang sangat besar dan meluas selama berbulan-bulan,” ujarnya dalam pernyataan penelitian.

Sebagai contoh, pada 12 Maret tahun 1989, Coronal Mass Ejection (CME) menghantam medan magnet Bumi. CME merupakan letusan gas panas dari matahari yang tidak sama dengan badai matahari. Jutaan orang di Quebec, Kanada, kehilangan listrik akibat dampak yang parah.

Setelah itu, astronom NASA Sten Odenwald mencatat pada pukul 2:44 pagi tanggal 13 Maret, arus tersebut menemukan kelemahan pada jaringan listrik Québec. Seluruh jaringan listrik di Quebec menjadi gelap dalam waktu kurang dari dua menit. Jutaan orang berada di gedung-gedung perkantoran yang gelap, terowongan pejalan kaki bawah tanah, dan lift yang macet selama 12 jam pemadaman listrik terjadi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement