Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satelit Starlink dengan Kemampuan Direct to Cell akan Mulai Uji Coba Tahun Depan

Redaksi , Jurnalis-Jum'at, 13 Oktober 2023 |14:53 WIB
Satelit Starlink dengan Kemampuan Direct to Cell akan Mulai Uji Coba Tahun Depan
Starlink kembangkan fitur Direct to Cell (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Starlink bekerjasama dengan berbagai operator seluler di dunia tengah berupaya luncurkan layanan penggunaan data yang terhubung dengan Satelit Starlink berkemampuan Direct to Cell. Secara bertahap, layanan tersebut akan mulai diuji coba pada tahun depan, menyusul penambahan kemampuan lainnya di tahun 2025.

Dilansir dari situs GSMArena, Jumat (13/10/2023) layanan yang dimaksud menjadikan pengguna nantinya dapat mengirim SMS, menelepon hingga menjelajah di mana pun, terutama darat, danau atau perairan pantai.

Peluncuran layanan disebut akan dimulai dengan uji coba layanan SMS terlebih dahulu pada tahun 2024. Setelah permasalahan dianggap teratasi, rencana penawaran layanan berbasis suara dan data akan dilakukan di tahun berikutnya, 2025.

Koneksi layanan Direct to Cell sendiri dilakukan melalui jaringan LTE. Meskipun belum diketahui secara pasti mengenai bandwidth yang tersedia, namun layanan data ini akan cukup cepat untuk kegiatan menjelajah di web, sebagaimana dilansir dari situs resmi Starlink.

Secara teknis, layanan yang dikembangkan oleh Starlink ini tidak memerlukan perangkat keras khusus. Satelit baru yang terhubung dikabarkan akan berfungsi selayaknya menara seluler. Hal tersebut menjadikan ponsel berkemampuan 4G (dan jenis perangkat lainnya) akan dapat terhubung dengan mudah.

Di sisi lain, dalam proyek Direct to Cell ini, Starlink yang dilaporkan telah bekerjasama dengan beberapa operator seluler di dunia masih belum mendapat kepastian soal ketersediaan roaming. Hal ini mengingat kontrol masing-masing negara yang berbeda-beda terhadap frekuensi nirkabel yang diperbolehkan untuk layanan nantinya.

Sejauh ini, nama operator seluler yang telah menandatangani kesepakatan diantaranya Optus di Australia, Rogers di Kanada, KDDI di Jepang, One NZ di Selandia Baru, Salt di Swiss, dan T-Mobile di AS. (Chasna Alifia Sya’bana)

(Saliki Dwi Saputra )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement