Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Mengapa AC Mobil Tidak Boleh Terlalu Lama Dipakai

Endang Oktaviyanti , Jurnalis-Selasa, 05 September 2023 |09:01 WIB
Alasan Mengapa AC Mobil Tidak Boleh Terlalu Lama Dipakai
Ilustrasi untuk penggunaan AC di mobil (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA- Alasan mengapa Air conditioner (AC) mobil tidak boleh terlalu lama dipakai wajib diketahui para pengendara. Penggunaan AC termasuk salah satu kenyamanan dalam berkendara, terlebih ketika cuaca panas.

Meski nyaman memakai AC saat berkendara, tentu ada hal yang harus diperhatikan. Apalagi ketika AC nyala saat mobil berhenti.

Berikut alasan mengapa AC mobil tidak boleh terlalu lama dipakai, dikutip berbagai sumber pada Selasa (5/9/2023), untuk dapat diketahui bersama. 

1. Timbul jamur

Bagi pemilik mobil yang tidak aktif dipakai, tentu akan menimbulkan kelembaban dalam sistem pendingin udara yang menyebabkan air mengumpul dan menyebabkan kotoran dan debu menumpuk.

Kondisi tersebut memicu pertumbuhan jamur dan bakteri di dalam sistem pendingin udara yang dapat menyebabkan udara di dalam mobil menjadi tidak sehat dan menimbulkan bau tak sedap.

Hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan penghuni mobil, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan. Jadi, jika AC mobil jarang digunakan, pastikan untuk menghidupkannya secara teratur, setidaknya sekali seminggu, selama 10-15 menit untuk mencegah terjadinya kelembaban dan menyeimbangkan kondisi udara di dalam mobil.

2. Kinerja yang buruk

Jika AC mobil tidak berfungsi dengan baik, maka konsumsi bahan bakar mobil dapat meningkat karena sistem pendingin udara yang rusak atau kotor dapat mengganggu kinerja mesin mobil dan memaksa mesin bekerja lebih keras. Selain itu, kinerja yang buruk pada sistem pendingin udara dapat mempercepat kerusakan pada komponen lain di mobil, dan akhirnya akan memicu biaya perbaikan yang lebih mahal.

3. Timbulkan gas berbahaya

Nah, bagi Anda yang sedang dalam keadaan menunggu, penggunaan AC pun harus diperhatikan lho. Mesin mobil yang mengeluarkan gas buang melalui knalpot seperti hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan Nitrogen Oksida. Di antara ketiganya, CO paling berbahaya jika dihirup dengan paparan yang berlebihan.

Hal ini bukan tak mungkin bisa mengganggu pernapasan hingga gangguan otak, sehingga jarang yang terselamatkan.

(Hafid Fuad)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement