Sistem pengereman kereta api memang cukup rumit. Untuk jenis yang dipakai saat ini adalah rem udara. Adapun cara kerjanya dengan mengompresi udara dan disimpan hingga proses pengereman terjadi.
Ketika masinis mengaktifkan sistem pengereman, udara akan didistribusikan melalui pipa kecil di sepanjang roda dan membuat friksi pada roda. Friksi tersebutlah yang akan membuat kereta berhenti.
Bila masinis kereta mengaktifkan katup rem, udara yang dimampatkan bergerak dari pipa rem, masuk katup kendali dan terus ke silinder rem. Tekanan udara dalam silinder rem menggerakkan tuas yang menekankan sepatu rem ke roda kereta kuat-kuat. Melekpaskan katup rem menyebabkan tekanan udara lepas dari silinder rem dan sepatu rem pun menjauhi roda.
Katup kendali itu juga memicu rem secara otomatis apabila sebuah gerbong terlepas dari bagian kereta lainnya. Sebuah tabung tambahan menyimpan cadangan udara termampatkan yang akan digunakan dalam keadaan darurat.
(Martin Bagya Kertiyasa)