Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Punya Mode Offline, Serangan DDoS Hacker Buat Game Diablo 4 Tak Bisa Dimainkan

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 27 Juni 2023 |11:12 WIB
Tak Punya Mode Offline, Serangan DDoS Hacker Buat Game Diablo 4 Tak Bisa Dimainkan
Diablo 4. (Foto: Blizzard)
A
A
A

PRODUSEN game Blizzard menyebut tekah terjadi serangan denial of service (DDoS) pada game Diablo 4 yang berakibat pada Battle.net mereka. Akibatnya, para pemain game tersebut tidak dapat login via internet dan hanya bisa bermain secara offline.

Blizzard mengumumkan serangan ini pertama kali lewat Twitter mereka pada pukul 10:24 EST dan bahkan memperingatkan para pemain tentang serangan tersebut dalam game. Tetapi berdasarkan posting di subreddit Diablo, game tersebut mengalami masalah yang signifikan sejak tadi malam.

Postingan mulai bermunculan di subreddit Diablo yang mempertanyakan status server game tersebut. Posting dari pengguna Humdot, Angry-Gargoyle, dan feiergiant semuanya mengeluh tentang downtime server.

Selain Diablo 4, user MustaKotka pun mencatat bahwa Diablo 2 Resurrected juga mengalami masalah koneksi. Overwatch 2 juga terpengaruh menurut postingan ini dari MageWithoutMP di subreddit Overwatch.

Tidak jelas siapa yang berada di balik serangan itu, dan mengapa serangan itu akhirnya berhenti. Melansir PC Gamers, Blizzard pun menyebut "Serangan DDoS yang kami pantau telah berakhir", seolah-olah hacker berhenti atas kemauan mereka sendiri.

Serangan DDoS menggunakan jaringan perangkat yang terinfeksi memang membanjiri server, dan dapat dipersenjatai mulai dari pengguna individu hingga layanan online masif. Waktu serangan di akhir pekan sepertinya dimaksudkan untuk memengaruhi jumlah maksimum pengguna Battle.net.

Berbeda dengan seri sebelumnya, Diablo 4 memnag hanya dapat dimainkan online, yang berarti pemain tidak memiliki jalan lain selain menunggu.

Meskipun serangan DDoS seperti ini dapat menyerang pengembang dan video game mana pun kapan saja, ini adalah pengingat yang jelas akan keputusan kontroversial Blizzard untuk menjadikan Diablo 4 sebagai game yang selalu online, dan telah memicu seruan baru untuk penambahan mode offline.

Seperti yang sudah diduga, gamers pun mengungkapkan rasa frustrasi mereka di media sosial dan di forum online.

“Lebih dari 12 jam untuk saya,” tulis redditor LethalBacon.

“Berharap untuk bermain beberapa jam pada Sabtu malam setelah bekerja ~10 jam. Tidak. Jangan khawatir, saya akan bangun Minggu pagi! Tidak. Hak buruk terjadi, dan itu membuat frustrasi," tambahnya.

“Ini tidak akan menjadi masalah jika game tersebut memiliki mode pemain tunggal yang tidak memerlukan koneksi internet,” kata redditor Astray.

“Video game yang selalu online sangat buruk karena banyak alasan,” tulisnya.

Diablo 4 menghadirkan elemen lite-MMO yang memungkinkan pertarungan pemain-lawan-pemain, ruang sosial bersama, dan ekplorasi dungeon bersama tim. Blizzard mengatakan bahwa mereka adalah penggemar berat dari elemen-elemen ini, dan sesekali mendorong interaksi yang tidak direncanakan antar-pemain.

Sebelumnya pada bulan Juni, pemain Diablo 4 pertama yang mencapai Level 100 dalam mode Hardcore juga mengahadapi masalah, setelah karakternya hilang selamanya karena terputus dari Battle.net. Minggu lalu, seorang pemain Diablo 4 mengamuk setelah 172 jam, karakter Hardcore level 91 mati dalam loading.

Diablo 4 diluncurkan besar-besaran, menjadi game terlaris Blizzard yang pernah ada. Itu juga menjadi hit dengan kritik yang secara umum bisa diterima dengan baik oleh penggemar. Whoopi Goldberg bahkan meminta Blizzard untuk merilis Diablo 4 di Mac.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement