Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beda dengan Mark Zuckerberg, CEO Google Malah Puji Headset Apple

Raden Yusuf , Jurnalis-Rabu, 14 Juni 2023 |09:10 WIB
Beda dengan Mark Zuckerberg, CEO Google Malah Puji Headset Apple
CEO Google Sundar Pichai. (Foto: Reuters)
A
A
A

HEADSET terbaru Apple yang menggabungkan Augmented Reality (AR) dengan Virtual Reality (VR), Vision Pro, memang membuat banyak kehebohan. Pasalnya headset canggih ini menggunakan berbagai sensor yang tidak dimiliki VR lainnya.

Tidak heran, pasalnya riset untuk headset tersebut memakan waktu hampir 8 tahun. Meski belum memberikan detailnya, banyak spekulasi beredar bahwa Vision Pro akan hadir dengan paket baterai terpisah dan bisa dikontrol dengan mata, tangan dan suara.

Adapun harga headset AR Vision Pro tersebut, kabarnya dibanderol dari mulai USD 3.499 atau sekitar Rp52 juta. Visio Pro sendiri digadang-gadang akan diluncurkan pada awal tahun depan, yang kabarnya akan dimulai di Amerika Serikat. Sementara untuk negara lainnya akan menyusul di akhir tahun.

Banyak yang menanti kehadiran headset ini, tapi ada juga yang tidak suka seperti petinggi raksasa teknologi Meta yaitu Mark Zuckerberg, yang tidak terlalu terkesan dengan Apple Vision Pro. Sementara itu, bos besar perusahaan teknologi lainnya yakni Elon Musk, membagikan meme tentang headset AR tersebut.

Namun, berbeda dari Elon Musk, CEO Google Sundar Pichai justru sangat bersemangat dengan teknologi tersebut. Hal itu disampaikan Pichai pada sebuah wawancara dengan Bloomberg.

"Saya benar-benar belum pernah menggunakan atau melihatnya, tetapi kami selalu merasa komputasi akan berkembang out of the box. Kami akan memiliki pengalaman yang lebih imersif. Saya senang dengan potensi teknologinya," ucap Pichai seperti yang dikutip dari gadgetsnow.

Sebelumnya, CEO Meta Mark Zuckerberg dalam pertemuan dengan karyawan Meta melontarkan pendapatnya tentang headset Apple tersebut. Zuckerberg mengatakan bahwa perangkat Apple tersebut tidak menghadirkan terobosan besar dalam teknologi yang belum 'dieksplorasi' oleh Meta.

Selain itu, Zuckerberg juga mengatakan perangkat tersebut sangat mahal. Sebagai pembanding, Mark menunjukan bahwa hanya dengan USD499 atau sekitar Rp7,4 juta, headset Quest 3 Meta nantinya akan hadir lebih murah dibanding Vision Pro seharga Rp52 juta.

Dengan faktor keterjangkauan harga tersebut, tentunya memberikan peluang bagi Meta untuk menjangkau basis pengguna yang lebih luas, meski belum diketahui seperti apa perbedaan teknologi headset milik Apple dan Meta.

Terlepas dari itu, Zuckerberg menjelaskan bahwa Quest merupakan sebuah cara baru orang-orang berinteraksi dan merasa lebih dekat. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa setiap demo Vision Pro di WWDC, menunjukan seseorang yang duduk di sofa sendirian.

"Maksud saya, itu bisa menjadi visi masa depan komputasi, tapi sepertinya, itu bukan yang saya inginkan," papar Zuckerberg.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement