Dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin itu juga menambahkan, iVascular berkolaborasi multistakeholder, antara lain Asosiasi Healthtech Indonesia (AHI), Asosiasi Telemedisin Indonesia (ATENSI), Forum Komunikasi Teknologi Informasi Kesehatan Nasional (FORKOMTIKNAS), European Society Vascular Surgeon (ESVS), dan Asian Society of Vascular Surgery.
Saat ini, iVascular tengah menjalani proses Regulatory Sandbox Kemenkes RI sehingga ke depan diharapkan iVascular bisa menjadi manfaat yang lebih luas. Dr. Niko optimis startup besutannya dapat bermanfaat baik secara nasional.
“Saat ini kami tengah merintis Vascular Overseas Indonesian Collaborations of Experts (VO!CE) yang merujuk pada inovasi telekesehatan global, kolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia)," ujar Dr. Niko.
"Kami berharap inovasi yang kami kembangkan lewat VO!CE dapat mendunia dan berdampak positif pada dunia kesehatan khususnya kesehatan vaskular, dengan tetap berlandaskan nilai mulia TriDharma,” pungkasnya.
Untuk diketahui, iVascular pertama kali diperkenalkan Airlangga Sharia Entrepreneur & Education Center (ASEEC) Tower, Surabaya. iVascular tampil perdana pada Pelatihan Telekesehatan di hadapan dokter dan mahasiswa Fakultas Kedokteran se-Indonesia yang digelar beberapa waktu lalu yang digelar secara hybrid.
(Martin Bagya Kertiyasa)