Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Tertipu! Penjual Mobil Bekas Sering Mengakali Odometer, Ungkap Pakai Cara Ini

Tangguh Yudha , Jurnalis-Sabtu, 20 Mei 2023 |20:00 WIB
Jangan Tertipu! Penjual Mobil Bekas Sering Mengakali Odometer, Ungkap Pakai Cara Ini
Ilustrasi odometer. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Salah satu pertimbangan membeli mobil bekas adalah jarak tempuh kendaraan yang tercatat pada odometer. Tapi, bisakah odometer jadi patokan menentukan kondisi kendaraan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, odometer adalah alat untuk mencatat jarak tempuh pada kendaraan sejak awal dibeli. Jarak tempuh tersebut dinyatakan dalam satuan kilometer (km).

Lokasi odometer berada di panel dashboard atau di samping speedometer sehingga mudah untuk dicek seberapa jauh mobil tersebut digunakan.

Semakin sedikit jarak tempuh pada odometer, kemungkinan mobil bekas dipinang atau dibeli. Semakin jauh jarak yang telah ditempuh maka semakin kecil peluang kendaraan tersebut dipilih.

Secara teknis, jarak tempuh yang tercatat pada odometer adalah salah satu pertimbangan penting sebelum membeli mobil bekas. Namun, pada praktiknya odometer tidak dapat menjadi patokan menilai mobil bekas.

Ada pemilik kendaraan yang berusaha mengakali odometer agar jarak tempuh kendaraan tidak terlalu besar sehingga kemungkinan untuk diminati konsumen dan harga jualnya bisa lebih tinggi.

Saat ini semakin marak praktik pemalsuan odometer. Namun, tidak perlu cemas dengan hal ini karena ada cara yang bisa dilakukan untuk terhindar dari siasat licik penjual yang curang.

Berikut cara mengetahui ada kecurangan permainan odometer dikutip dari berbagai sumber:

1. Cek kondisi kendaraan

Jangan lupa untuk cek kondisi kendaraan. Jika kondisi eksterior dan interior mobil nampak buruk tapi odometer masih rendah, maka perlu dipertanyakan odometernya.

Mobil yang jarak tempuhnya rendah relatif lebih baik dibanding mobil yang sudah sering dipakai. Kondisi interior dan eksterior mobil yang jarang dipakai cenderung nampak baru.

2. Cermati tahun pembuatan mobil

Cara berikutnya untuk mengetahui kecurangan pemalsuan odometer bisa dilihat dari tahun pembuatan mobil. Umumnya, rata-rata per tahun odometer akan mencatatkan angka 20.000 km.

Jika mobil jarang digunakan, maka odometernya akan berada pada angka 10.000 km. Berdasarkan acuan tersebut, calon pembeli dapat menilai kewajaran angka odometer.

Jangan segan-segan menanyakan pada konsumen jika tahun pembuatan kendaraan tidak sebanding dengan odometer kendaraan. Tidak ada salahnya bertanya agar tidak menyesal pada kemudian hari.

3. Cek buku servis

Buku servis memuat informasi mobil, mulai dari penggunaan part, waktu servis dan biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki mobil. Melalui buku servis penipuan odometer bisa diketahuan.

4. Instrumen cluster cacat

Jika ingin membeli mobil dengan odometer analog, calon pembeli dapat melihat sekilas. Upaya memutar odometer dapat dilihat dari melihat instrumen cluster. Karena, cara ini bisa dilacak karena menimbulkan bekas atau coak pada bagian odometer.

(Citra Dara Vresti Trisna)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement